
Peserta PKK bidang perhotelan LKP Desy Education Banyuwangi jajal mesin espresso di bar Sewarna Wood Fire. (Foto: Firman)
KabarBanyuwangi.co.id – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)
Desy Education Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber
daya manusia yang kompeten dan siap kerja di industri hospitality.
Melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Type A
Platinum, para peserta didik diajak terjun langsung mengikuti
barista class dan room tour di Sewarna Wood Fire, kawasan Pantai Boom Marina,
Sabtu (12/9/2026).
Pelatihan barista class ini dipandu langsung oleh Fikri,
barista & bartender Sewarna, bersama Billa, alumni LKP Desy Education yang
kini telah berkarier profesional di kafe tersebut.
Direktur LKP Desy Education Banyuwangi, Handoyo Saputro,
menjelaskan bahwa penambahan Jam Pelajaran (JPL) praktis di luar kelas ini
bertujuan untuk membentuk profil lulusan yang multitasking.
“Selain menguasai housekeeping, F&B Service, F&B
product, dan front office, peserta kita beri JPL tambahan untuk belajar
langsung di industri. Sewarna jadi pilihan karena punya equipment berstandar
internasional serta nilai historis kuat di kawasan Pantai Boom. Harapannya,
anak-anak siap kerja dengan skill, mental, dan attitude yang matang,” ujar
Handoyo.

Direktur LKP Desy Education Banyuwangi, Handoyo
Saputro buka barista class dan room tour dengan sharing session. (Foto: Firman)
Pengalaman berharga turut dirasakan oleh Agelia Agustin
(18), peserta PKK asal Desa Wringinpitu, Tegaldlimo. Alumni SMKN 17 Tegaldlimo
ini mengaku ketertarikannya pada dunia perkopian berawal dari kebiasaannya
mengonsumsi kopi untuk menjaga fokus harian.
“Awalnya cuma suka minum kopi, terutama americano. Dari
situ muncul rasa penasaran bedanya jenis kopi dan cara seduhnya. Pelatihan ini
betul-betul membuka wawasan, apalagi saya ada impian ingin punya usaha kafe
sendiri ke depan,” ungkap Agelia.
Sementara itu, Operational Manager Sewarna Wood Fire, Andre
Irawan, menyambut hangat kolaborasi tersebut. Usai membekali peserta mulai dari
basic coffee knowledge, teknik seduh, hingga pembuatan signature drink,
pihaknya turut mengajak peserta meninjau langsung area open kitchen hingga
sejumlah fasilitas lainnya.

Operational Manager Sewarna Wood Fire, Andre
Setiawan ajak peserta PKK Desy Education mengenal equipment internasional saat
sesi room tour. (Foto: Firman)
“Kami kenalkan alat-alat berstandar internasional seperti
spanish grill, tungku pizza, hingga fasilitas dry aged. Selain itu, di Sewarna
sendiri konsep masaknya 90 persen menggunakan metode kayu dan api (wood fire)
dengan penyajian di atas piring kayu," terang Andre.
"Jadi, peserta sangat beruntung bisa dapat melihat
langsung ragam peralatan internasional di sini yang tak ada di tempat lain.
Bahkan, experience seperti ini mungkin hanya bisa di dapat di luar negeri,” imbuhnya.
Andre berharap pengalaman praktis ini dapat memicu semangat
para peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan diri dan siap membawa
nama baik Banyuwangi di dunia kerja. (man)
