Disbudpar Banyuwangi Sebut Perputaran Uang BEC 2026 Capai Rp12 Miliar, Naik 30 PersenDisbudpar Banyuwangi

Disbudpar Banyuwangi Sebut Perputaran Uang BEC 2026 Capai Rp12 Miliar, Naik 30 Persen

Parade Banyuwangi Ethno Carnival 2026 berlangsung megah. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Perhelatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang berlangsung pada 16-19 Juli lalu terbukti tidak sekadar menjadi panggung seni, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi di daerah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi menyebut, perputaran uang selama empat hari gelaran pesta budaya tahunan tersebut berhasil menembus angka Rp12,11 Miliar.

Capaian ini tercatat melonjak sebesar 30 persen jika dibandingkan dengan perhelatan BEC tahun 2025 lalu yang menghasilkan perputaran ekonomi senilai Rp9,4 Miliar.

Baca Juga :

Plt. Kepala Disbudpar Kabupaten Banyuwangi, Hartono, menyebut bahwa performa finansial BEC 2026 menjadi indikator kuat bangkitnya ekosistem pariwisata berbasis kerakyatan.

"BEC bukan sekadar panggung seni dan parade busana, namun juga merupakan penggerak utama rantai ekonomi kerakyatan Banyuwangi," ungkapnya, Minggu (26/7/2026).

"Angka perputaran uang sebesar Rp12,11 Miliar ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata berbasis budaya mampu memberikan dampak finansial langsung yang dirasakan oleh para pelaku UMKM, usaha jasa akomodasi, perhotelan, home stay, kuliner, industri kreatif hingga pekerja seni lokal,"  imbuh Hartono.

Total dampak ekonomi tersebut bersumber dari biaya produksi acara sebesar Rp2,1 Miliar serta transaksi langsung masyarakat dan wisatawan yang mencapai Rp10,01 Miliar.

Dampak finansial dari BEC 2026 mengalir ke berbagai rantai usaha di Banyuwangi. Sektor penginapan dan kuliner menjadi penyumbang omzet paling dominan dalam perhelatan ini.

Sektor perhotelan dan penginapan berhasil membukukan transaksi sebesar Rp3,35 Miliar. Kontribusi utama berasal dari hotel bintang 3 dan 4 senilai Rp3 Miliar, disusul hotel kelas melati sebesar Rp234 Juta dan homestay sebesar Rp120 Juta.

Sementara itu, bidang kuliner dan UMKM meraup total raihan Rp3,32 Miliar. Capaian ini disokong oleh pemasukan restoran senilai Rp2,42 Miliar serta pendapatan 1.200 unit UMKM di sepanjang rute parade yang mencapai Rp900 Juta.

Selain itu, agenda business matching dan pameran hasil kolaborasi bersama BI Jember turut menyumbang transaksi signifikan sebesar Rp1,27 Miliar.


Parade Banyuwangi Ethno Carnival 2026 berlangsung megah. (Foto: Istimewa)

Tak hanya pelaku usaha akomodasi, industri kreatif dan pekerja seni lokal juga merasakan kucuran dana segar dengan total pendapatan mencapai Rp1,5 Miliar.

Selanjutnya untuk pembuatan 100 kostum peserta dengan nominal Rp1,1 Miliar, sementara jasa sewa busana serta penata rias (makeup artist/MUA) menyumbang Rp400 Juta.

Selain itu, pergerakan di jasa transportasi tercatat menyumbang Rp440 Juta, serta aktivitas belanja wisatawan di pusat oleh-oleh mencapai Rp125 Juta.

Keberhasilan ini mempertegas posisi BEC sebagai instrumen investasi pariwisata yang efektif dalam memberikan dampak finansial secara cepat, merata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi secara nyata. (man)