DPD PDIP Jatim Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Pekerja Informal dan Pelaku UMKM di BanyuwangiDPC PDI Perjuangan Banyuwangi

DPD PDIP Jatim Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Pekerja Informal dan Pelaku UMKM di Banyuwangi

PDI Perjuangan menyalurkan paket bansos kepada para pekerja informal. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – PDI Perjuangan menyalurkan ribuan paket bantuan sosial kepada sejumlah kelompok pekerja informal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyuwangi.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap pada 19-24 September 2026 dan dipusatkan di lima titik, yakni Kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Hedon Cafe and Resto, Terminal Rogojampi, Terminal Genteng, dan Terminal Jajag.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati mengatakan, paket bantuan yang disalurkan tersebut berasal dari DPD PDIP Jawa Timur (Jatim) dan DPC PDIP Banyuwangi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama.

Baca Juga :

"Bantuan sosial ini disalurkan kepada 2.000 penerima. Mereka berasal dari berbagai kelompok masyarakat, mulai juru parkir, kuli, pesapon, UMKM, ojek online dan offline, hingga pedagang asongan," kata Ana.

PDI Perjuangan ingin kegiatan sosial semacam ini dapat terus dilakukan agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Kami ingin hadir untuk masyarakat. Semoga ke depan bisa terus berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Para juru parkir (Jukir) menerima paket bantuan dari PDI Perjuangan. (Foto: Istimewa)

Salah satu penerima bantuan, Solihin mengaku bersyukur mendapatkan bantuan. Ia mengatakan bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Alhamdulillah, bantuan ini tentu bermanfaat. Bisa membantu kebutuhan sehari-hari," ujar Solihin, warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Senada disampaikan Winarti, warga Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran. Ia mengaku terbantu dengan bantuan yang diterimanya.

"Terima kasih atas bantuannya. Semoga bantuan seperti ini bisa terus ada dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Winarti. (*)