Ketua DPRD Banyuwangi Dorong Pemerintah Daerah Bentuk BUMD KepelabuhananDPRD Banyuwangi

Ketua DPRD Banyuwangi Dorong Pemerintah Daerah Bentuk BUMD Kepelabuhanan

Ketua DPRD Banyuwangi dan anggota dewan lainnya bersama sejumlah stakeholder pelabuhan. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id - DPRD Banyuwangi mendorong eksekutif membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepelabuhanan untuk optimalisasi pendapatan asli daerah.

Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara mengatakan, pemerintah daerah perlu menggali potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap secara optimal.

"Kita punya pelabuhan tapi potensinya tidak tersentuh, Sehingga ini sudah seharusnya dilirik," kata Made kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026) lalu.

Baca Juga :

Dengan membentuk BUMD Kepelabuhanan, Made meyakini potensi ekonomi yang ada akan terserap maksimal untuk memperluas ruang fiskal daerah.

Kondisi Pelabuhan Ketapang yang saat ini sering mengalami kemacetan tidak boleh hanya dilihat sebagai masalah. Pemkab bisa menjadikan momentum itu untuk mengoptimalkan potensi pendapatan dari sektor kepelabuhanan.

"Ini saatnya kemacetan juga dilirik oleh Pemkab. Ada potensi yang pemerintah daerah bisa mengelola PAD disitu. Banyak, yang selama ini belum pernah disentuh sama sekali," ujarnya.

Made mencontohkan Cilegon yang telah menjalankan BUMD dengan mengelola sektor jasa kepelabuhanan, seperti penyediaan air bersih, jasa pandu, hingga pelayaran.

Made menyebut Banyuwangi mampu memenuhi kebutuhan air di kawasan pelabuhan karena infrastrukturnya sudah memadai. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah daerah.

"Kita punya infrastruktur air bersih, tapi sampai hari ini kan enggak dikelola. Coba cek, selama ini di pelabuhan air bersih ngambil dari mana? Kenapa enggak daerah yang masukkan?" katanya.

Selain air bersih, sektor pelayaran juga dinilai berpeluang menjadi sumber pendapatan daerah. Pemkab bisa masuk melalui BUMD dengan mengelola kapal yang memenuhi kebutuhan penyeberangan.

"Daripada kapal-kapal yang kecil-kecil tadi kan dimasukkan juga. Kapal kecil-kecil yang enggak layak, singkirkan. Karena memang sekarang sudah harus muatan yang besar-besar. Kenapa enggak Pemkab yang masuk?," kata Made.

Made mengungkapkan, pengelolaan operasional tidak harus dilakukan sendiri oleh BUMD. Pemkab dapat menggandeng ASDP,agar daerah tetap memperoleh pendapatan tanpa terbebani persoalan manajemen.

Politisi PDI Perjuangan itu mengaku telah menyampaikan gagasan ini ke Pemkab Banyuwangi. Namun idenya tersebut belum diterima.

"Sudah saya sampaikan ke Pemkab Banyuwangi. Kalau ribet urusan manajemen, serahkan ke KSOP, ke ASDP. Kita terima pendapatannya. Itu solusi ditengah kebijakan fiskal yang terbatas ini," tandasnya. (fat)