
Ketua dan anggota DPRD Banyuwangi saat melakukan kunjungan kerja di PT INKA Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - DPRD Banyuwangi mendorong
pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur penunjang operasional PT INKA
Banyuwangi untuk kelancaran pendistribusian hasil produksi.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made
Cahyana Negara saat bersama Komisi I melakukan kunjungan kerja di pabrik kereta
PT INKA Banyuwangi, Jumat (4/9/2026).
"Kita akan mendorong pemerintah daerah dan pemerintah
pusat bersama-sama mengurai persoalan yang menjadi kendala operasional PT INKA
selama ini," kata Politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Kalipuro itu.
Made mengungkapkan, yang menjadi kendala operasional PT
INKA di Banyuwangi yakni konektivistas distribusi hasil produksi dari Banyuwangi
menuju Perusahaan induk PT INKA di Madiun.
"Pasca produksi, PT INKA mengalami kendala
konektivitas hasil produksi dari Banyuwangi ke Perusahaan induk di Madiun, jika
lewat darat akan melanggar ketentuan ODOL, jika diangkut dengan kereta api
tidak bisa melewati terowongan Mrawan," ungkapnya.
Dewan berharap pemerintah segera melakukan studi kelayakan
sebagai dasar pemetaan kebutuhan, kesiapan infrastruktur, serta alternatif
skema pengangkutan sarana perkeretaapian, sehingga INKA Banyuwangi dapat
berproduksi kembali dan menyerap tenaga kerja lokal, agar ekonomi sekitar
tumbuh.
"Penguatan koordinasi antara pemerintah daerah,
pemerintah pusat, industri, serta para pemangku kepentingan bisa membentuk
ekosistem industri perkeretaapian yang semakin terintegrasi, kompetitif dan
berkelanjutan," ujarnya.
DPRD juga menyatakan prihatin atas pengurangan ribuan
tenaga kerja di perusahaan manufaktur kereta api yang berlokasi di Desa
Ketapang, Kecamatan Kalipuro tersebut.
"Di PT INKA Banyuwangi ada pengurangan tenaga kerja
sekitar 1600 orang, kontrak kerja mereka tidak dilanjutkan tentu ini sangat
berdampak meningkatnya pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah,"
ucapnya. (fat)
