Jelang Lebaran Pembelian Emas di Pegadaian Banyuwangi Meningkat hingga 70 PersenPegadaian Cabang Banyuwangi

Jelang Lebaran Pembelian Emas di Pegadaian Banyuwangi Meningkat hingga 70 Persen

Manager Bisnis Pegadaian Cabang Banyuwangi Bagus Eka Prasetya. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id – Tren kenaikan harga emas berdampak pada aktivitas transaksi di Pegadaian. Menjelang Lebaran, minat warga Banyuwangi terhadap emas meningkat.

Pembelian emas oleh masyarakat naik sekitar 10-20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan secara tahunan (year on year/YoY), peningkatan transaksi mencapai 50 hingga 70 persen.

"Kenaikan ini dipengaruhi karena tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi emas," kata Manager Bisnis Pegadaian Cabang Banyuwangi Bagus Eka Prasetya, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga :

Menurut Bagus, kenaikan harga emas yang mengikuti tren pasar global mendorong masyarakat melihat emas sebagai instrumen perlindungan nilai aset atau safe haven.

"Banyak masyarakat tertarik membeli emas sebagai pelindung nilai harta mereka. Jadi kalau punya emas, nilainya bisa lebih aman dan berpotensi meningkat," tuturnya.

Tren kenaikan harga emas berpengaruh terhadap produk Pegadaian yang mayoritas produk Pegadaian berbasis emas. Nilai taksiran gadai emas kini berada di kisaran Rp 2,6 juta.

Selain layanan gadai, Pegadaian juga menyediakan produk investasi seperti cicilan emas yang juga menunjukkan tren positif.

Tabungan emas misalnya, melalui layanan ini masyarakat dapat menabung dalam bentuk uang yang kemudian secara otomatis dikonversi menjadi saldo emas sesuai harga pada hari transaksi.

"Sistemnya tetap menabung uang, tapi pada hari itu juga langsung dikonversi menjadi emas sesuai harga saat transaksi," ujar Bagus.

Bagus menambahkan, saat ini tren transaksi pembelian lebih dominan ketimbang penjualan. Hal ini dipengaruhi semakin meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat emas sebagai instrumen investasi.

"Dari data kami, saat ini lebih banyak masyarakat membeli emas. Karena harga naik, informasi tentang keuntungan investasi emas juga semakin luas dan diminati," ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas gadai juga meningkat jelang Hari Raya Idul Fitri. Mayoritas masyarakat menggadaikan perhiasan emas untuk kebutuhan modal kerja.

"Untuk sementara ini masih banyak yang menggadai untuk kebutuhan modal kerja. Biasanya mendekati Lebaran justru banyak yang menebus kembali agar perhiasannya bisa dipakai saat hari raya," jelasnya.

Pegadaian Banyuwangi mencatat outstanding loan (OSL) atau total pinjaman mengalami kenaikan sekitar 17 persen dibanding akhir tahun lalu. Nilai pinjaman saat ini mencapai sekitar Rp 30 miliar.

"Tapi kami tidak membatasi anggaran untuk layanan gadai. Jika permintaan meningkat, kami akan mengajukan tambahan dana ke kantor pusat agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani," tandasnya. (fat)