Kades Kenjo Ditahan Dugaan Penipuan Beasiswa, Pemkab Banyuwangi Segera Mengambil Langkah Pemkab Banyuwangi

Kades Kenjo Ditahan Dugaan Penipuan Beasiswa, Pemkab Banyuwangi Segera Mengambil Langkah

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda. (Foto : Fattahur/Dok)

KabarBanyuwangi.co.id – Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Kenjo, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, berinisial AS (34) ditahan aparat kepolisian terkait dugaan penipuan dengan modus menawarkan beasiswa kedokteran ke China.

AS diketahui ditahan di Polresta Malang Kota sejak awal September 2026. Dia diduga terlibat dalam kasus yang menyebabkan seorang pelajar asal Malang merugi hingga Rp 150 juta.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi harus mengambil langkah untuk memastikan pelayanan masyarakat di Desa Kenjo tetap berjalan.

Baca Juga :

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, MY. Bramuda mengaku telah mengirimkan surat resmi kepada Polresta Malang Kota untuk meminta penjelasan mengenai status hukum AS.

Surat tersebut dikirim atas perintah Bupati Banyuwangi. Pemkab kini masih menunggu jawaban dari pihak kepolisian sebagai dasar menentukan langkah selanjutnya.

"Jadi kami sudah berkirim surat, tinggal menunggu jawabannya nanti seperti apa," kata Bramuda kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Bramuda, informasi yang diterima menyebut AS tersandung kasus dugaan penipuan terkait tawaran beasiswa kedokteran ke China dan telah ditahan sekitar 10 hari terakhir.

Dengan ditahannya AS, posisi jabatan Kepala Desa Kenjo untuk sementara ini masih kosong. Oleh karenanya, kata Bramuda, Pemkab membutuhkan kepastian mengenai perkara yang menjerat AS sebagai dasar untuk penentuan langkah selanjutnya.

"Tentu nanti akan ada penunjukan-penunjukan kalau statusnya jelas. Sementara diback up kecamatan, belum ada penjunjukan pelaksana tugas (Plt). Kita masih menunggu perkembangannya," jelasnya.

Persoalan AS ternyata tidak hanya berkaitan dengan perkara yang kini ditangani Polresta Malang Kota. Bramuda mengungkapkan, Pemkab Banyuwangi pernah menerima beberapa laporan dan pengaduan terkait Kepala Desa Kenjo.

Bahkan disebut-sebut AS juga pernah diperiksa terkait temuan Inspektorat yang berkaitan dengan administrasi dan keuangan desa.

"Yang bersangkutan juga sepertinya sekarang dalam tahap pembinaan untuk proses temuan dari Inspektorat. Tapi prosesnya kan pembinaan, sepanjang yang bersangkutan atau pemerintah desa bisa melakukan review yang dilakukan oleh Inspektorat, ya selesai," pungkasnya. (fat)