Kemacetan Kendaraan di Ketapang Kian Parah, Gapasdap Minta Penundaan Kapal Eks LCT Dilakukan BertahapASDP Ketapang

Kemacetan Kendaraan di Ketapang Kian Parah, Gapasdap Minta Penundaan Kapal Eks LCT Dilakukan Bertahap

Situasi di luar arae Pelabuhah Ketapang sejumlah kendaraan terjebak kemacetan. (Foto: KabarBanyuwangi.co.id)

KabarBanyuwangi.co.id – Penumpukan kendaraan kian parah imbas penundaan pelayaran bagi sejumlah kapal yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (17/7/2025) pagi, kemacetan kendaraan mengular sejauh 23 kilometer dari pintu masuk Pelabuhan Ketapang hingga Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo.

Gabungan Pengusaha Akngkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) meminta agar penonaktifan kapal eks landing craft tank (LCT) di lintas Ketapang-Gilimanuk, dilakukan bertahap.

Baca Juga :

"Pada prinsipnya kami dari Gapasdap mendukung kebijakan pemerintah untuk peningkatan performa kapal-kapal yang beroperasi di LCM. Tapi sebaiknya tidak dilakukan sekaligus. Harusnya bertahap agar kemacetan seperti hari ini bisa diminimalkan," ujar Ketua Gapasdap, Nurjatim.

Menurut Nurjatim, kemacetan panjang yang terjadi dalam dua hari terakhir imbas penundaan operasional kapal. Jika tidak segera diambil kebijakan lanjutan, antrean kendaraan dikhawatirkan akan semakin parah.

"Dalam dua hari saja macetnya sudah luar biasa. Yang saya khawatirkan kalau tidak segera diambil sikap kebijakan dari pemangku kebijakan di pelabuhan, itu nanti bisa bertumpuk," tambahnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah percepatan evaluasi oleh pihak pelabuhan. Nurjatim mengatakan telah menerima informasi bahwa sejumlah kapal akan segera diperbantukan kembali untuk membantu mengurai kemacetan.

Menurutnya, kapal-kapal eks LCT memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran arus logistik antara Ketapang dan Gilimanuk. Karenanya ia berharap proses pemeriksaan bisa diselesaikan secepat mungkin agar kapal-kapal tersebut bisa segera kembali beroperasi.

"Harapan kami, temuan-temuan minor bisa menjadi pertimbangan. Kami siap berbenah secepat mungkin supaya masalah ini tidak berkepanjangan," tambahnya.

Antrean truk logistik yang akan menyeberang mengular hingga mengarah ke Kecamatan Wongsorejo. (Foto: KabarBanyuwangi.co.id)

Gapasdap mendukung kebijakan pembatasan kapasitas muatan kapal maksimal 75 persen, seiring dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem.

"Saya sangat setuju dengan pembatasan 75 persen. Cuaca masih ekstrem, jadi kami juga sejak awal sudah menginstruksikan operator agar jangan memaksakan muatan," jelasnya.

Gapasdap juga menyambut baik kebijakan pengaturan dermaga yang dikhususkan untuk angkutan logistik.

"Kami siap jika kendaraan penumpang dialihkan ke dermaga Moveable Bridge (MB). Kami sepakat dermaga LCM difokuskan untuk kendaraan logistik,” pungkasnya. (fat)