Gapasdap Siap Talangi Anggaran Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan KetapangGapasdap

Gapasdap Siap Talangi Anggaran Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang

Dermaga LCM Ketapang dari udara. (Foto: Istimewa/dok)

KabarBanyuwangi.co.id – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) mendorong perluasan Dermaga LCM atau plengsengan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Gapasdap bahkan menyatakan siap menalangi anggaran sekitar Rp 400 juta untuk keperluan perluasan Dermaga LCM dengan konstruksi cor beton jika wacana tersebut disepakati pemangku kepentingan.

Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim mengatakan, perluasan dermaga LCM dapat dilakukan dengan penyatuan area dermaga melalui konstruksi cor beton.

Baca Juga :

Dengan skema tersebut, kata Nurjatim, kapasitas sandar kapal Landing Craft Tank (LCT) di Dermaga LCM dapat ditingkatkan dari tiga menjadi empat kapal sekaligus.

"Jika Dermaga LCM diperluas dengan konstruksi cor, jumlah kapal LCT yang dapat dilayani bertambah dari 9 menjadi 12-13 kapal dengan sekaligus 4 kapal bisa sandar melakukan pemuatan sebagai solusi jangka pendek pengganti sementara Dermaga Bulusan, tentu ini solusi tanpa mengganggu operasional lainnya," kata Nurjatim, Senin (7/9/2026).

Nurjatim menjelaskan, perluasan Dermaga LCM ini akan menggantikan Dermaga Bulusan yang saat ini tidak bisa difungsikan, karena dua fender roboh ke laut dan memerlukan perbaikan. Saat masih bisa dioperasikan, dermaga Bulusan berpasangan dengan dermaga LCM 4 Gilimanuk.

Perluasan dermaga LCM dinilai penting agar jumlah kapal LCT yang beroperasi bisa bertambah. Saat ini ada tiga dermaga LCM yang eksisting. Masing-masing pasangan dermaga bisa melayani tiga kapal.

"Jika ditambah satu dermaga lagi di LCM, maka akan menambah 3-4 kapal LCT yang beroperasi," sambungnya.

Nurjatim menegaskan, persoalan kemacetan di jalur Pelabuhan Ketapang bukan karena minimnya jumlah armada. Tetapi disebabkan kurangnya infrastruktur dermaga di lintasan yang menghubungkan Jawa dengan Bali.

Oleh karena itu, Gapasdap mengaku siap menalangi anggaran jika pemangku kepentingan setuju untuk memperluas dermaga LCM Pelabuhan Ketapang.

Gapasdap memperkirakan kebutuhan anggaran untuk perluasan Dermaga LCM dengan konstruksi cor beton menelan biaya sekitar Rp 400 juta dengan waktu pengerjaan kurang lebih 45-60 hari.

"Kami dari Gapasdap Banyuwangi siap menalangi anggaran tersebut, agar operasional penyeberangan bisa berjalan lancar," tegasnya.

Nurjatim mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 56 armada kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk. Dalam kondisi dermaga berfungsi normal, kapal beroperasi bisa 28-32 kapal setiap harinya.

Namun, kemampuan operasi turun menjadi sekitar 23 kapal karena dua dermaga sedang dalam peningkatan kapasitas yakni dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang dan Dermaga MB II Pelabuhan Gilimanuk sekaligus dermaga bulusan yang tidak bisa difungsikan prasarana saat ini belum mendukung untuk keselamatan kapal untuk sandar.

"Jadi kembali kami tegaskan, lintasan Ketapang-Gilimanuk ini bukan kekurangan kapal (jumlah kapal sudah lebih dari cukup) tetapi jelas faktor kurangnya dermaga, jumlah kapal eksisting yang sebanyak 56 kapal itu namun yang bisa melayani operasi hanya 40 persen saja. Kapalnya banyak tapi tempat sandarnya tidak ada," ujarnya. (*)