Iklan Banner Atas Kokoon Hotel Banyuwangi

Klinik Rapid Tes Diduga Abal-Abal Menjamur di Banyuwangi Resahkan MasyarakatJasa Rapid Test


Klinik Rapid Tes Diduga Abal-Abal Menjamur di Banyuwangi Resahkan Masyarakat

Keterangan Gambar : Jasa rapid test di RSUD Blambangan (Foto: Fattahur/Doc)

KabarBanyuwangi.co.id - Terkait menjamurnya penyedia jasa tes Covid-19 diduga ilegal di Kabupaten Banyuwangi, membuat resah masyarakat serta para pelaku usaha klinik atau fasilitas kesehatan yang resmi melakukan Rapid/Swab tes.

Dalam hal ini, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan bekerjasama dengan aparat setempat telah melakukan penertiban guna mencegah terjadinya pelanggaran hukum saat melakukan kegiatan praktik pemeriksaan Rapid/Swab tes, sekaligus mengantisipasi keluarnya surat bebas Covid-19 palsu yang dapat merugikan masyarakat.

Salah satu pemilik klinik di Banyuwangi, Hj Mafrochati Ni'mah sepakat jika pemerintah melakukan penindakan dan penertiban kegiatan usaha-usaha yang diduga tak memiliki izin atau ilegal.

Baca Juga :

"Dengan begitu saya kira pemerintah menunjukkan kinerja yang baik, dengan menertibkan pelaku usaha dan jasa yang tak memiliki izin. Karena memang namanya usaha itu harus ada izin," ujar Hj Mafrochati Ni'mah kepada wartawan, Rabu (21/7/2021) kemarin.

Harapannya, semua usaha-usaha yang ada di Banyuwangi sudah mengantongi izin agar masyarakat maupun pemilik bisa tenang dan tak khawatir dengan usahanya.

"Jika ada yang belum mengurus izin, ya segera diurus," tegas perempuan yang juga merupakan anggota dewan tersebut.


Hj Mafrochati Ni'mah, pemilik klinik Shinta. (Foto: Fattahur)

Dirinya tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi sampai yang diduga mengklaim usaha orang lain tanpa sepengetahuan pemilik asli.

"Tapi saya kira itu urusan pihak berwajib. Andaikan ada, saya pun tidak tahu siapa yang mengklaim," tuturnya.

Ni'mah mengaku, selama ini Klinik Shinta yang dikelolanya telah berizin, tenaga kesehatannya pun telah memiliki sertifikasi melakukan Rapid/Swab tes. Ia menyayangkan jika ada orang tak bertanggungjawab diduga mendompleng usahanya.

"Ini yang sangat saya sayangkan, terus terang saya merasa dirugikan. Karena ini menyangkut kepercayaan masyarakat kepada kami," tandasnya. (fat)