Legenda Sepak Bola Timnas Era 1990-an, Imam Hambali Sebut Persewangi Kehilangan KarakterPersewangi Banyuwangi

Legenda Sepak Bola Timnas Era 1990-an, Imam Hambali Sebut Persewangi Kehilangan Karakter

Forum diskusi bola bertajuk Meramu Tim Ideal Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Sejumlah legenda sepak bola kompak mengkritisi kondisi Persewangi Banyuwangi yang kini masih stag di kasta terbawah liga Indonesia.

Dalam forum diskusi bertajuk 'Meramu Tim Ideal Banyuwangi' di salah satu kafe pada 25 April lalu, dua sosok yang pernah menjadi bagian penting klub berjuluk Laskar Blambangan itu, Bagong Iswahyudi dan Imam Hambali mengkritisi minimnya ruang bagi pemain lokal.

Bagong menilai Banyuwangi sejatinya memiliki identitas kuat di dunia sepak bola melalui Persewangi. Ia berpendapat, klub tersebut harusnya menjadi panggung orang-orang lokal yang berkompeten.

Baca Juga :

"Ikon Banyuwangi itu ya Persewangi. Tapi secara kepengurusan menurut saya perlu diperbaiki lagi, libatkan orang-orang yang berkompeten, yang benar-benar ngerti bola," kata Bangong.

Mantan pemain Persebaya itu juga meminta manajemen membuka ruang komunikasi dengan klub-klub internal di Banyuwangi dan merangkul seluruh elemen suporter yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya bersatu.

“Suporter harus disatukan. Saya lihat sampai hari ini masih belum ketemu. Ini tugas pengurus Persewangi,” tegas pria yang pernah menukangi Persewangi itu.

Bagong juga menyoroti pentingnya regenerasi berkelanjutan. Menurutnya, banyak pemain lokal yang punya potensi besar. Namun kini mereka justru memilih keluar karena tak mendapat kesempatan memperkuat Persewangi.

"Jadi, talentanya di Banyuwangi itu ada. Dan Persewangi harusnya menjadi wadah bagi mereka. Tapi beberapa musim terakhir minim pemain lokal," ungkapnya.

Senada dengan Bagong, Mantan pemain Timnas era 1990-an, Imam Hambali menilai persoalan terbesar yang kini dihadapi klub adalah hilangnya karakter tim.

“Ada yang hilang, yaitu karakter. Karakter timnya, karakter pemainnya, rasa memiliki terhadap Persewangi dan suporternya, dan hal itu harus kita temukan," ucapnya.

Imam Hambali berujar, membangun klub harus dimulai dengan memprioritaskan pemain-pemain lokal Banyuwangi. Menurutnya, dari wilayah Kecamatan Kalibaru hingga Wongsorejo pasti ada talenta yang bagus.

Eks pemain Persewangi, Rahmat Latief bergabung secara daring dalam Forum diskusi bola bertajuk Meramu Tim Ideal Banyuwangi. (Foto: Fattahur)

Meski tidak anti terhadap pemain luar daerah, Imam Hambali memberi syarat tegas agar pemain yang direkrut harus memiliki kualitas di atas pemain lokal.

“Kalau terpaksa ambil pemain dari luar, kualitasnya harus satu tingkat di atas pemain lokal. Kalau kualitasnya sama, buat apa ambil dari luar,” ujarnya.

Menurutnya, pemain lokal cenderung memiliki militansi dan rasa memiliki yang lebih besar terhadap klub. “Karakter pemain lokal dengan pemain luar itu beda. Militansinya beda, rasa memiliki terhadap tim juga beda,” katanya.

Ia menambahkan, tim dengan teknik tinggi sekalipun bisa kesulitan menghadapi tim yang punya militansi dan mental petarung. “Tim yang kualitas tekniknya bagus akan kesulitan lawan tim yang punya karakter kuat, militansi, dan mental petarung,” tandasnya.

Forum diskusi bertajuk 'Meramu Tim Ideal Banyuwangi' yang berlangsung selama 90 menit itu, dihadiri perwakilan suporter, pecinta sepak bola, hingga manajemen klub. Ada pula Owner Baruna Nusantara, Hariyono dan eks pemain Persewangi, Rahmat Latief yang bergabung secara daring. (fat)