
Bupati Ipuk saat meninjau jembatan darurat Sungailembu usai diterjang banjir 2025 lalu. (Foto: humas/kab/bwi/dok)
KabarBanyuwangi.co.id – Pembangunan Jembatan Sungai Lembu di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, segera memasuki tahap lelang pekerjaan setelah proses review dinyatakan rampung.
Jembatan tersebut sebelumnya ambles akibat banjir pada 2025, dan Pemkab Banyuwangi telah membangun jembatan darurat untuk aktivitas warga sembari menunggu pembangunan jembatan baru.
“Kami usahakan pekan ini,
maksimal pekan depan sudah masuk proses lelang. Proses review sudah selesai,”
kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (DPU
CKPP), Cahyanto, Selasa (28/4/2026).
"Kami juga memohon maaf
kepada warga atas prosesnya yang panjang dan mohon masyarakat untuk sedikit
lebih bersabar. Kami sangat memahami betapa pentingnya jembatan ini bagi
aksesibilitas warga," imbuhnya.
Jembatan yang akan dibangun
tersebut berdimensi lebar 6 meter dengan bentangan sekitar 14 meter.
Konstruksinya menggunakan pndasi tiang pancang dengan lantai (abutment)
menggunakan beton.
Dijelaskan Cahyanto, pembangunan
Jembatan Sungailembu ini merupakan salah satu prioritas, dan telah masuk dalam
daftar Proyek Strategis Daerah (PSD). Sebagai proyek strategis, prosesnya wajib
melewati tahapan review atau audit dari Inspektorat terlebih dahulu guna
memastikan kesesuaian prosedur dan transparansi.
“Reviewnya terkait perencanaan
pekerjaan, RAB, hingga kemanfaatannya. Apalagi sekarang BBM juga naik, jadi
perlu direview pula apakah RAB nya sesuai atau tidak dengan kondisi saat ini,”
kata Cahyanto.
Ditambahkannya, proses review
dari Inspektorat saat ini telah selesai dilakukan. Selanjutnya dokumen review
akan segera diserahkan ke bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk segera
dilakukan proses lelang.
“Jika semua (proses lelang)
berjalan lancar dan tidak ada hambatan pada evaluasi dokumen, pemenang tender
diperkirakan sudah bisa ditetapkan dalam waktu sekitar dua pekan ke depan,”
kata Cahyanto.
Cahyanto juga menjelaskan bahwa
seluruh proses pengadaan ini dilakukan secara ketat dan mengikuti rekomendasi
dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menjamin kualitas dan integritas
proyek.
Sebagaimana diketahui, Jembatan
Sungailembu ambles akibat terjangan banjir besar pada 15 Juli 2025 lalu. Untuk
tetap membuka akses warga, pemkab langsung membangun jembatan darurat agar
akses ekonomi ketiga desa tetap jalan.
Pemkab telah menuntaskan jembatan darurat khusus roda dua yang bisa digunakan warga pada 18 Juli 2025. Disusul pembangunan jembatan baja sistem knock down untuk roda empat dikerjakan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen. (*)