
Antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada Rabu (24/6/2026) malam. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Lonjakan volume kendaraan memadati
jalur utara menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Rabu (24/6/2026).
Bertepatan dengan momen libur sekolah, arus lalu lintas menuju pelabuhan
penyeberangan Jawa–Bali tersebut terpantau padat merayap.
Pada Rabu pagi, ekor kemacetan kendaraan sempat mengular
hingga ke kawasan Pantai Watu Dodol atau sepanjang kurang lebih 10 kilometer
(km). Memasuki siang hari, antrean kendaraan perlahan mulai menyusut namun
masih tertahan di kisaran 5 km.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko
Kurniansjah, memberikan penjelasan ASDP terkait situasi tersebut. Menurutnya,
kemacetan ini dipicu oleh kombinasi peningkatan mobilitas masyarakat serta
tantangan cuaca ekstrem berupa arus kuat dan angin kencang di Selat Bali dalam
beberapa hari terakhir.
"Demi menjaga keselamatan pelayaran, kami harus
melakukan penyesuaian proses bongkar muat kapal dan pola operasional di
lapangan," ujar Arief dalam keterangannya.
Situasi kian menantang akibat adanya gangguan operasional
pada dua unit kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP, sehingga sebagian
angkutan barang dialihkan ke kapal ferry reguler. Di saat yang sama, volume
kendaraan kecil dan bus melonjak hingga 30 persen imbas libur sekolah. Meski
begitu, ASDP menegaskan pelayanan untuk kendaraan kecil dan bus tetap menjadi
prioritas utama.

Antrean kendaraan mengular hingga Patung
Gandrung Watu Dodol, pada Rabu (24/6/2026) pagi. (Foto: CCTV Pemkab Banyuwangi)
Untuk mengurai kepadatan, ASDP bersama BPTD dan KSOP
langsung bergerak cepat memaksimalkan seluruh armada. Di Dermaga Moveable
Bridge (MB), dikerahkan 19 kapal reguler ditambah 11 kapal bantuan, sehingga
total ada 30 kapal yang beroperasi melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Sementara di Dermaga Bulusan, operasional didukung tambahan
KMP Portlink VII. ASDP juga menerapkan skema full TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat)
pada satu unit kapal di dermaga LCM untuk mempercepat sirkulasi, serta
menerjunkan KMP Pratitha di dermaga ponton guna mengurai antrean kendaraan roda
dua.
Pihak ASDP menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh
pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi.
"Seluruh petugas di lapangan terus bekerja maksimal
agar antrean dapat segera terurai. Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu
mengikuti arahan petugas di pelabuhan dan memantau perkembangan informasi
melalui kanal resmi ASDP," pungkas Arief. (man)
