Pasar Ramadan di Marina Boom dan Letjen Sutoyo Banyuwangi Libatkan Ratusan Pedagang UMKMDiskompumdag banyuwangi

Pasar Ramadan di Marina Boom dan Letjen Sutoyo Banyuwangi Libatkan Ratusan Pedagang UMKM

Pasar Ramadan di Jalan Letjen Sutoyo Banyuwangi. (Foto: Istimewa/dok)

KabarBanyuwangi.co.id – Ratusan pedagang UMKM dipastikan ambil bagian dalam Pasar Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di kawasan Pantai Marina Boom dan sepanjang Jalan Letjen Sutoyo, Banyuwangi.

"Total ada 560 pedagang yang sudah terdata. Di Marina Boom sebanyak 240 pedagang dan 320 pedagang di Letjen Sutoyo. Semua sudah kami siapkan penataannya agar tertib dan nyaman," kata Kepala Diskopumdag Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, Rabu (18/2/2026).

Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) telah menata kawasan Pasar Ramadan. Khusus di Jalan Letjen Sutoyo sudah diberi garis penanda lapak pedagang. Di kedua sisi ujung jalan juga terpasang gapura.

Baca Juga :

Nanin menyebut pedagang akan berjualan aneka kuliner takjil. Mulai dari kudapan tradisional maupun kuliner modern kekinian. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kelancaran Pasar Ramadan. "Kami atur supaya tidak semrawut," kata Nanin Oktaviantie.

Sebelumnya Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengintruksikan seluruh dinas terkait, kecamatan, hingga pemerintah desa mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil di berbagai wilayah.

Ipuk menyebut, pasar takjil tidak hanya sekedar sebagai tradisi warga, namun juga menjadi ruang ekonomi bagi pelaku UMKM setiap Ramadan. Karena itu, memfasilitasi sekaligus penataan dan pendampingan harus dilakukan sejak awal.

"Saya minta dinas terkait dan para camat membantu memfasilitasi pasar takjil. Atur dengan baik supaya tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli," ujar Ipuk.

Ipuk juga meminta Dinas Kesehatan turun langsung memastikan kebersihan makanan dan minuman yang dijual para pedagang.

"Tolong Dinas Kesehatan bersama puskesmas aktif mendampingi. Pastikan higienitasnya terjaga, supaya masyarakat tenang saat membeli takjil," katanya.

Selain itu, Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah turut diminta untuk melakukan pemeriksaan secara berkala dan memberikan edukasi sederhana kepada pelaku UMKM.

"Datangi pedagangnya, beri arahan cara pengolahan yang bersih dan aman," sambungnya. (fat)