Seluruh Karyawan PT BSI diberi arahan terkait kesehatan dan keselamatan kerja (K3). (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - PT Bumi Suksesindo (BSI) meneguhkan komitmennya terhadap penegakan standar keselamatan tinggi kepada seluruh karyawan dan perusahaan rekanan dalam operasional tambang Tujuh Bukit di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.
General Manager of Operations (GMO) PT Bumi Suksesindo, Roelly Fransza, menegaskan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan penopang utama keberlangsungan pertambangan.
Dia juga menekankan bahwa mengelola segala risiko dengan
baik adalah suatu keharusan dalam industri pertambangan yang padat modal, padat
teknologi, dan padat risiko.
"Apabila K3 bisa berjalan dengan baik, pekerja pun
bisa beraktivitas dengan nyaman dan aman, investasi bisa memberi manfaat yang
lebih besar bagi negara dan masyarakat," ujar Roelly Fransza kepada
wartawan, Selasa (25/7/2023).
Perihal K3 pertambangan diatur dalam Peraturan Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan
Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara.
Hal ini juga ditegaskan dalam Keputusan Direktur Jenderal
Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
185/37/04/DJB/2019 tentang Keselamatan Pertambangan dan Sistem Manajemen
Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara.
PT BSI, masih kata Roelly Fransza, telah berkomitmen
untuk patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, menjadikan
K3 sebagai kebiasaan sehari-hari, dan memastikan K3 menjadi bagian dari budaya
perusahaan.
Dalam upaya mewujudkan budaya K3 yang kuat di lingkungan
perusahaan, PT BSI telah mengembangkan Departemen Occupational Health and
Safety (OHS), menetapkan sistem yang harus diikuti oleh seluruh pekerja.
OHS Superintendent, Yan Probo Hanggoro, menjelaskan,
sistem tersebut mencakup langkah-langkah seperti identifikasi dan pengendalian
bahaya, penggunaan izin kerja (permit to work) sebelum melakukan pekerjaan,
serta penghentian sementara pekerjaan jika ditemukan kondisi tidak aman melalui
mekanisme TAHAN (Tidak Aman Hentikan Laporkan Amankan) dan laporan bahaya
menggunakan formulir yang telah disediakan.
PT BSI juga mengimplementasikan program Critical Risk
Management (CRM) berbasis aplikasi untuk verifikasi pengendalian risiko kritis.
Program ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang fatal atau lost
time injury.
Yan Probo menambahkan, kunci utama untuk mewujudkan
budaya safety yang kuat adalah partisipasi aktif dari seluruh anggota
perusahaan.
Oleh karena itu, PT BSI juga membuat Senior Management
Safety Inspections (SMSI) dan Hazard Identification Risk Assessment and
Determining Control (HIRADC) secara rutin untuk memastikan kinerja keselamatan
di setiap aspek operasionalnya.
Berkat upaya kolektif yang gigih dari seluruh pihak di
Tujuh Bukit Operations, PT BSI berhasil mencapai prestasi yang membanggakan
pada 7 Juli 2023, yaitu mencapai 20 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury
(LTI). Capaian ini menjadi bukti komitmen kuat dan standar tinggi PT Bumi
Suksesindo terhadap kesehatan dan keselamatan kerja para pekerjanya.
Dengan terus berupaya meningkatkan kinerja keselamatan
dan mengimplementasikan program-program K3 yang berkesinambungan, PT BSI
berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi negara dan masyarakat serta
mencapai keberlanjutan dalam industri pertambangan di masa depan.
Kendati demikian, PT BSI tetap berkomitmen untuk selalu
berinovasi dan meningkatkan standar keselamatan guna menjaga kesehatan dan
keselamatan seluruh karyawan dan pihak terkait dalam menjalankan aktivitas
pertambangan yang bertanggung jawab. (fat)