BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan jaminan kematian dan kecelakaan kerja kepada peserta disaksikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi, Eneng Siti Hasanah menyatakan
belum semua nelayan di Banyuwangi memiliki asuransi jaminan kecelakaan kerja
maupun jaminan kematian.
Padahal menurutnya, pekerjaan nelayan juga beresiko tinggi
saat pergi melaut. Seperti resiko kecelakaan kerja karena kondisi cuaca, bahkan
tak jarang ancaman resiko kematian. Namun sayangnya resiko tersebut tidak
diimbangi dengan adanya jaminan kecelakaan kerja bagi mereka.
"Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, dan butuh
perhatian," ujar Eneng, Kamis (7/10/2021).
Eneng menyebutkan, dari jumlah keseluruhan nelayan di
Banyuwangi mencapai sekitar 27 ribu nelayan, hanya 410 nelayan yang sudah
menjadi peserta BPJS. "Baru sekitar 1,3 persen keikutsertaan BPJS
Ketenagakerjaan," katanya.
Menurut Eneng, tidak ada ruginya menjadi peserta BPJS.
Terlebih untuk mengikuti program jaminan kematian dan kecelakaan kerja. Nelayan
cukup mengangsur Rp.16 ribuan perbulan.
"Dengan angsuran yang kurang dari Rp.20 ribu perbulan
tersebut, nelayan memiliki jaminan ketika bekerja. Bahkan BPJS juga memiliki
program santunan untuk diberikan kepada peserta," terangnya.
Eneng menambahkan, untuk memaksimalkan jumlah nelayan yang
menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya akan menggenjot sosialisasi
kepada para nelayan di Banyuwangi serta melakukan koordinasi dengan dinas
terkait.
"Dengan cara tersebut diharapkan kedepan nelayan yang
menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan semakin meningkat," pungkasnya. (fat)