
Kobaran api membara hanguskan rumah kontrakan di Desa Kembiritan, Genteng, Banyuwangi. (Foto: Tangkapan layar)
KabarBanyuwangi.co.id – Bangunan rumah kontrakan bekas bengkel di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, hangus terbakar pada Jumat malam (14/8/2026). Kebakaran diduga dipicu aksi Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), menelan kerugian materiil ratusan juta.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan area bangunan berukuran kurang lebih 8x10 meter persegi, termasuk perabotan rumah tangga dan uang tunai milik penghuni.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
(Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi, Edy Supriyono, membenarkan insiden tersebut.
Menurutnya, laporan kebakaran pertama kali masuk melalui Call Center Damkarmat
pada pukul 20.32 WIB dari salah seorang warga setempat.
"Begitu laporan masuk, petugas dari Sektor Genteng
langsung bergerak ke lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 4,6 kilometer.
Tim tiba dalam waktu kurang dari 10 menit dan langsung berupaya memadamkan
api," ujar Edy Supriyono saat dikonfirmasi.
Edy menjelaskan, berdasarkan hasil penanganan dan asesmen
awal di lapangan, titik api berawal dari bangunan kontrakan kosong yang biasa
dihuni oleh seorang ODGJ untuk tidur di area teras.
"Berdasarkan keterangan saksi dan investigasi awal,
kebakaran diduga kuat dipicu oleh tindakan seorang ODGJ yang membakar sofa di
teras rumah kontrakan kosong tersebut. Api kemudian merambat dengan cepat ke
bagian atap hingga menjalar ke bagian rumah di sebelahnya," jelas Edy.
Saat api mulai membakar bagian atap, bangunan sebelahnya
sedang ditempati oleh Peni (54) bersama cucunya, Alzha (6). Mengetahui atap
rumahnya sudah dilalap si jago merah, Peni langsung bergegas menyelamatkan
cucunya keluar rumah sambil berteriak meminta bantuan.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung
berkumpul dan bergotong-royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya
sebelum armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Guna mencegah kobaran api merembet ke pemukiman lain,
sebanyak 6 personel Damkarmat Sektor Genteng didukung relawan Redkar dan staf
kecamatan diterjunkan ke lokasi dengan membawa satu unit mobil pemadam supply.
"Petugas menyemprotkan air ke titik api di bagian
utara untuk memutus rantai api, lalu mengisolasi bagian dalam rumah. Kobaran
api berhasil dikendalikan sekitar pukul 21.15 WIB, dilanjutkan dengan proses
pendinginan hingga situasi benar-benar aman pada pukul 21.40 WIB," kata Edy.
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam
peristiwa ini, kerugian materiil diperkirakan ratusan juta. Selain struktur
bangunan dan perabotan yang hangus, korban juga kehilangan uang tunai sebesar
Rp3 juta yang tersimpan di dalam rumah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan
segera melaporkan kejadian darurat atau potensi bahaya kebakaran di wilayahnya
melalui Call Center Damkarmat Banyuwangi agar bisa segera ditangani,"
pungkas Edy. (man)