Iklan eL Hotel Banyuwangi

Rute Penyeberangan Ketapang-Lembar Lombok Diusulkan Diaktifkan KembaliASDP Ketapang

Rute Penyeberangan Ketapang-Lembar Lombok Diusulkan Diaktifkan Kembali

Anggota Komisi VII DPR RI, Anggota Komisi VII DPR R bersama sejumlah pihak meninjau dermaga di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Layanan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Lembar, Lombok, diusulkan dibuka kembali untuk mengurangi kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

"Perusahaan pelayaran maupun pengguna transportasi menginginkan rute Ketapang-Lembar diaktifkan kembali. Ini akan kami usulkan ke pemerintah untuk direalisasikan," ujar Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono usai rakor bersama stakeholder transportasi di ruang pertemuan Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Bambang, sebelumnya lintasan tersebut ditutup sebagai bagian untuk menghidupkan jalur Jangkar-Lembar. Namun pada realisasinya di lapangan, pengguna jasa lebih menginginkan rute Ketapang-Lembar.

Baca Juga :

"Oleh sebab itu kami berharap pemerintah bisa merealisasikan lintasan Ketapang-Lembar dibuka kembali," tegas Bambang.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jawa Timur, Nyono mengaku tidak tahu-menahu soal penutupan operasional rute Ketapang-Lembar.

"Saya nggak tahu kalau rute tersebut dihentikan, kami beranggapan Ketapang-Lembar masih aktif. Ternyata dihentikan, diganti Jangkar-Lembar," ungkap Nyono.

Nyono menegaskan, Dishub Jatim tidak memiliki kewenangan untuk membuka ataupun menutup operasional rute penyeberangan tersebut. "Itu kan keputusan Pusat, bukan Pemprov. Nggak ada kaitannya sama Pemprov," kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jawa Timur, Nyono memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: Fattahur)

Kalaupun rute Ketapang-Lembar diaktifkan kembali, kata Nyono, Rencana Pola Trayek (RPT) penyeberangan dari Pelabuhan Tanjung Wangi menuju Gili Mas itu harusnya ditutup.

"Karena RPT itu hanya untuk uji demand, enam bulan harusnya sudah selesai ketika ada trayek yang pasti, yang tetap melayani terjadwal, yaitu Ketapang-Lembar. Harusnya begitu. Dan saya garis bawahi bahwa Jangkar-Lembar hanya untuk men-support kepadatan di Ketapang-Lembar," tandasnya. (fat)