Skema Tiba Bongkar Berangkat Urai Macet Horor Gilimanuk, Picu Antrean di Pelabuhan KetapangASDP Ketapang

Skema Tiba Bongkar Berangkat Urai Macet Horor Gilimanuk, Picu Antrean di Pelabuhan Ketapang

Antrean kendaraan di kantong parkir Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Ferdy)

KabarBanyuwangi.co.id – Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, terpantau kian ramai. Ratusan kendaraan berbagai golongan mengantre di kantong-kantong parkir pelabuhan, Senin (16/3/2026) malam.

Meski tak sampai mengular keluar pelabuhan, namun pengguna jasa kapal tujuan Bali tersebut harus rela mengantre berjam-jam sejak pagi hingga malam. Bahkan sempat terjadi aksi saling serobot sopir agar kendaran mereka segera masuk ke dalam kapal.

Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang tersebut dipicu usai diberlakukannya skema tiba bongkar berangkat (TBB). 

Baca Juga :

Kapal-kapal yang baru tiba dari Bali diminta langsung berlayar kembali tanpa muatan untuk fokus mengurai kepadatan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

"Ada empat dermaga tipe TBB di Pelabuhan Ketapang, yakni MB1, MB4, dermaga LCM dan Bulusan. Dari 35 kapal yang dioperasikan, ada 16 kapal yang full TBB. Penerapan ini diharapkan dapat mengurai kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk," ujar GM ASDP Cabang Ketapang Arief Eko.

Sejak kemarin malam diberlakukannya skema TBB, kemacetan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk berangsur berkurang.

Dari yang sebelumnya mencapai 35 kilometer, ekor antrean berada di sekitar KM 15, dengan kondisi antrean yang terpotong-potong seiring pengaturan lalu lintas dan proses penyerapan kendaraan menuju kawasan pelabuhan.

"ASDP berkomitmen mengoptimalkan operasional kapal dan dermaga agar arus kendaraan terserap maksimal. Kami juga mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama,” ujar Arif.

Sementara itu, arus kendaraan yang tiba dari Pulau Dewata di Pelabuhan Ketapang, hingga Senin malam terus mengalir. Didominasi pemudik menggunakan motor dan mobil pribadi.

Berdasarkan data data Posko Angkutan Lebaran mencatat arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa pada H-6 mengalami peningkatan signifikan. 

Total penumpang pada H-6 tercatat mencapai 80.416 orang, naik 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 penumpang.

GM ASDP Cabang Ketapang Arief Eko. (Ferdy)

Jumlah kendaraan roda dua tercatat 18.306 unit atau naik 52,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 11.987 unit. Sedangkan kendaraan roda empat mencapai 5.044 unit atau naik 9,2 persen dari tahun lalu 4.620 unit.

Adapun bus tercatat 945 unit, naik 39 persen dibandingkan tahun lalu 680 unit, sementara truk tercatat 1.590 unit, turun 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1.835 unit.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H-6 mencapai 25.885 unit, atau naik 35,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 19.122 unit. (tim)