Bumi Sroyo

Truk Bermuatan Motor Nyungsep Setelah Menabrak Pembatas Jembatan di WongsorejoSatlantas Polresta Banyuwangi


Truk Bermuatan Motor Nyungsep Setelah Menabrak Pembatas Jembatan di Wongsorejo

Keterangan Gambar : Truk bermuatan puluhan unit sepeda motor terperosok. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Sebuah truk bernomor polisi (nopol) B 9546 TYT tergelincir hingga menabrak pembatas jembatan Curahoser, di Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jum'at (29/1/2021).

Akibatnya, truk bermuatan puluhan unit sepeda motor baru tersebut, terperosok menabrak pembatas jembatan hingga kepala truk nyungsep. Beruntung, kecelakaan tunggal itu tidak sampai memakan korban jiwa. Pengemudinya hanya mengalami luka ringan.

Menurut keterangan, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Banyuwangi, Kompol Kadek Ari Mahardika, melalui Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas, Iptu Ardi Bitha Kumala, kejadian bermula saat truk yang disopiri AK (44) warga Desa Gondang, Kecamatan Cepiring, Kendal, Jawa Tengah tersebut melaju dari utara ke selatan.

Baca Juga :

Sesampainya di lokasi kejadian, truk warna merah bermuatan puluhan unit sepeda motor dari Jakarta yang melintasi Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi itu tergelincir dan menabrak pembatas jalan. Diduga pengemudinya mengantuk saat berkendara.

"Diduga, saat itu sopir mengantuk saat berkendara. Sehingga truk tergelincir dan menabrak pembatas jembatan, lalu truk menukik ke bawah," ujar Ardi.

Dari kecelakaan tunggal tersebut, pengemudi truk berhasil selamat. Puluhan unit kendaraan sepeda motor baru yang sedianya akan di kirim ke Bali tersebut juga tidak ada yang mengalami kerusakan. Namun kerugian akibat insiden itu diperkirakan mencapai belasan juta.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh petugas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Unit Kecelakaan (Laka) Polresta Banyuwangi, kendaraan langsung dievakuasi menggunakan alat berat dengan dibantu warga sekitar.

"Kerugian material sekitar 15 juta. Kendaraan truk yang mengalami kecelakaan langsung dilakukan evakuasi," pungkas Ardi. (fat)