Truk Tronton Muat Gula Pasir Tergelincir di Dermaga Pelabuhan LCM KetapangKPPP Tanjungwangi


Truk Tronton Muat Gula Pasir Tergelincir di Dermaga Pelabuhan LCM Ketapang

Keterangan Gambar : Kondisi truk tronton yang tergelincir di dermaga LCM Ketapang. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Sebuah truk tronton nopol DK 8773 AQ tergelincir hingga ban roda belakang terperosok dan sebagaian bak truk tercebur di dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (7/9/2021) sekitar pukul 18.00 malam.

Truk bermuatan gula pasir dari Bali dengan tujuan Jakarta tersebut tergelincir dari atas ramdor Kapal Motor Penumpang (KMP) Gerbang Samudera 5 lantaran terseret derasnya arus di perairan Selat Bali.

Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Keamanan Pelabuhan (KPPP) Tanjungwangi, Banyuwangi, AKP Ali Masduki membenarkan peristiwa tersebut, beruntung tidak sampai menimbulkan korban. Hanya saja kegiatan bongkar muat kapal sempat terganggu beberapa saat.

Baca Juga :

“Truk tersebut tergelicir dikarenakan kapal terhantam arus laut, kemudian bak truk belakang tercebur plengsengan dermaga LCM,” kata AKP Ali Masduki.

“Untuk korban jiwa nihil. Kendaraan muat gula dari Bali menuju Surabaya lanjut Jakarta mas,” imbuh Ali Masduki kepada KabarBanyuwangi.co.id.

Ali Masduki menambahkan, agar badan truk beserta muatannya tidak tenggelam dan terbawa derasnya arus perairan Selat Bali, petugas dibantu Anak Buah Kapal (ABK) segera melakukan evakuasi ke daratan dengan cara ditarik menggunakan kendaraan lain.


 Pasca truk tergelincir, bongkar muat kapal di pelabuhan LCM kembali normal. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, agar tidak terlalu berat saat ditarik, sebagaian muatan diturunkan secara menual. Sekitar satu jam lamanya, proses evakuasi usai truk berhasil ditarik dan bongkar muat kapal kembali normal.

“Lalu kendaraan tersebut dievakuasi dengan ditarik kendaraan trailer,” tambahnya.

Atas peristiwa tersebut, Kapolsek KPPP Tanjungwangi mengimbau kepada seluruh nahkoda kapal atau operator untuk berhati-hati saat berlayar, karena saat ini cuaca di perairan Selat Bali kurang bersahabat.

“Perhitungkan dengan matang kapan waktu yang tepat saat akan sandarkan kapal di dermaga. Untuk pengendara juga harus hati-hati saat akan naik maupun turun kapal. Cuaca buruk bisa membuat ramdor kapal mudah terguncang karena terkena ombak,” imbau AKP Ali Masduki. (fat/man)