
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Sirkuit BMX Banyuwangi membawa berkah bagi ekonomi warga lokal Banyuwang. Usai gelaran Banyuwangi BMX Supercross, yang baru saja usai digelar, 27-28 Juni, Indonesia Cyxling Federation (ICF) menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX, Sabtu-Minggu (4-5 Juli).
Kejuaraan yang akan diikuti para atlet BMX dari berbagai daerah di Indonesia ini, membuat perputaran ekonomi warga lokal berlanjut. Banyak pembalap yang mengikuti Supercross, memilih untuk menambah waktu stay mereka di Banyuwangi, sambil menunggu Kejurnas yang juga akan digelar di sirkuit berstandart Olimpiade tersebut.
"Banyak pembalap yang
mengikuti Supercross, tinggal di Banyuwangi untuk mengikuti Kejurnas. Ini
menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal," kata Sekretaris Jenderal
Pengurus Pusat ICF, Jadi Rajagukguk.
Sebelumnya Banyuwangi BMX
Suoercross diikuti 343 peserta dari berbagai provinsi di Indoesia serta
mancanegara. Mereka semua membawa rombongan tim official, hingga keluarga yang
mendampingi selama acara.
Bahkan diantaranya banyak yang
datang jauh hari sebelum kompetisi dimulai untuk berlatih intensif. Warga
sekitar turut mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan mereka.
"Kejurnas juga akan diikuti
oleh ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Ini juga akan menjadi
perputaran ekonomi bagi warga lokal," tambah Jadi.
Salah satu warga Yuli (50),
pemiliki warung makanan dan minuman yang berada di pinggir jalan masuk menuju
sirkuit bersyukur kembali digelar kejuaraan. .
Yuli menceritakan sebelum ada
sirkuit BMX, area tempat tinggalnya merupakan tanah persil perkebunan yang
sangat sepi. Namun sejak ada sirkuit dan sering digelar kompetisi, wilayahnya
menjadi ramai. Warga pun memanfaatkannya dengan membuka aneka usaha.
“Dulu disini sepi, tapi sejak ada
sirkuit jadi ramai, warga disini semuanya bersyukur ada sirkuit karena mereka
jadi bisa buka usaha. Apalagi kalau ada lomba seperti sekarang warung saya
tambah ramai, omset naik drastis,” ujar Yuli.
Tidak hanya mendapat penghasilan
dari membuka warung makanan dan minuman, Yuli juga sampai membangun rumah untuk
disewakan sebagai tempat tinggal peserta kompetisi BMX, karena banyak
permintaan. Seperti sekarang rumahnya disewa selama sepuluh hari oleh tim dari
luar daerah.
“Alhamdulillah penghasilannya
jadi double kalau ada lomba di sirkuit dari warung dan penyewaan rumah. Harapan
saya bisa sering diadakan lomba disini,” ujar Yuli.
Warga lainnya Tumini, yang
rumahnya berada persis di samping sirkuit membuka usaha warung, penyewaan
kendaraan, dan toilet umum.
Dia bersyukur di desanya dibangun
sirkuit BMX berstandar internasional, yang kerap dijadikan venue kompetisi
bergengsi yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
“Sirkuit BMX ini sangat menguntungkan.
Karena sering ada lomba, kami ikut kecipratan rezeki dengan berjualan makanan,
menyewakan kendaraan, dan toilet umum,” ujarnya.
Hal yang sama diutarakan Dewi
yang menjadi pedagang makanan dadakan setiap kali ada kegiatan lomba di Sirkuit
BMX Muncar Banyuwangi.
Bahkan, dia mengaku bisa
berjualan sejak seminggu sebelum lomba digelar karena biasanya para atlet sudah
banyak yang berdatangan untuk berlatih di sirkuit.
“Senang banget. Setiap ada lomba, kami bisa berjualan. Bisa menambah penghasilan keluarga. Kami inginnya sering-sering ada lomba” ujarnya. (*)
