
Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofik Ripto Himawan saat buka puasa dan bercengkrama bersama 17 sedulur pengemudi becak. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Sebanyak 17 pengayuh becak duduk bersama dalam harmoni Ramadan bersama Kapolresta Banyuwangi di Yayasan Building Resiliance Kindness Sociaty (BRKS) yang berpusat di Jl. Widuri Banyuwangi.
Hangat dalam canda bersama sedulur pakdhe becak Banyuwangi, Kombes Rofik Ripto Himawan berkisah tentang riwayat syukur dan kerukunan antar sesama dalam hubungan sosial.
“Hal yang tidak kalah penting dalam berpuasa itu adalah
syukur dan akur, hubungan sesama manusia dalam harmoni kerukunan yang saling
menghormati dan menghargai satu dengan yang lain,” terang Rofik usai menyantap
kurma bersama, Selasa (17/3/2026) malam.
“Misalnya Pak Yudi (salah satu pengayuh becak) saat
berpacaran dicubit Ibu yang dulu masih pacar. Sakit tapi senang, itu kalau yang
mencubit Ibu. Tapi, kalau yang mencubit sesama tukang becak apalagi belum dapat
penumpang, apa gak berantem?,” tambahnya dalam kisah dan canda.
Belasan tukang becak yang khidmat menyimak kisah demi
kisah yang diutarakan Rofik tersenyum ceria dan mengangguk mengiyakan.
Munif (62) salah seorang pengayuh becak listrik bantuan dari
Prabowo, mengaku senang bisa berhadapan langsung dengan Kapolresta Banyuwangi.
Ia, berharap pertemuan yang digagas BRKS dapat membawa keberkahan.
“Mugi barokah, senang dan terima kasih BRKS dan Pak
Kapolresta untuk bingkisannya. Bisa untuk Lebaran sekeluarga,” ucap Munif
sembari berkaca-kaca.
Rohmat (55) tukang becak dari Desa Kertosari mengaku baru
pertama kali bisa buka puasa bersama seorang perwira polisi di Banyuwangi dengan
jabatan tertinggi.
“Wahhhhh ini kaget saya, cuma disuruh datang bawa becak
untuk bukber katanya. Kok ada komandan Kapolresta, buuhhhh kaget saya baru
pertama kali seumur hidup ini,” ungkapnya dengan logat Madura.
Sementara Ekarima, Direktur program BRKS menyebut
kegiatan tersebut direncanakan untuk menyambung silaturahmi dan berbagi
kebahagiaan bersama sedulur abang becak.
Namun, kehadiran Kapolresta ia sebut sebagai bonus
barokah. “Tidak ada maksud khusus kecuali hanya untuk berbagi ceria di bulan
bahagia. Ya, alhamdulillah beliau berkenan hadir duduk bersama kami di lantai
harmoni rumah inspirasi dan idiologi ini,” pungkas Ekarima.
BRKS menjadi rumah bersama sejumlah jurnalis media mainstream di Banyuwangi di antaranya seluruh media dibawah Transmedia, SCTV-Indosiar, TVOne, NTV dan TV9 yang menyalurkan idealisme sosial dan pergerakannya diluar kerja-kerja jurnalistik. (red)