Angklung Sekar Wangi Pasinan Seperti Dibangunkan Dari Tidur PanjangANGKLUNG: MUSIK TABUNG BLAMBANGAN (2)


Angklung Sekar Wangi Pasinan Seperti Dibangunkan Dari Tidur Panjang

Keterangan Gambar : Genarasi Muda dan tua Angklung Sekar Wanggi latihan bersama. (Foto: Adlin Mustika Alam)

KabarBanyuwangi.co.id - Kevakuman cukup lama kegiatan Kelompok Angklung Caruk tidak hanya dialami Sekar Tanjung Alasmalang, kondisi serupa juga dialami Kelompok Angklung Caruk Sekar Wanngi, Dusun Pasinan, Desa Singojuruh.

Tidak heran, mereka sangat antusias saat mendapat tawaran main bersama Sekar Tanjung Alasmalang pada peluncuran buku “Angklung: Musik Tabung Blambangan”.

Seminggu sebelum hari pementasan, para panjak yang dibantu masyarakat sibuk latihan dan memperbaiki peralatan gamelan yang lama tidak dijamah. Mereka secara sukarela kerja bakti sing malam, hanya ingin tampil maksimal saat bertemu dengan Kelompok Sekar Tanjung Alasmalang.






Baca Juga :

Dua kelompok Angklung Caruk bertetangga Desa ini, dulu dikenal ‘musuh-bebuyutan’ saat di panggung. Dusun Pasinan sendiri dikenal sebagai gudang kesenian, mulai dari Janger dua group, Angklung, Kuntulan dan lain-lainnya.

Juga banyak seniman dan panjak lama, hingga sekarang masih eksis sepeti Bang Tohan, atau akrab dipanggil Bang Tuh. Sekar Wangi merupakan salah satu kelompok angklung caruk yang masih hidup sejak tahun 80-an. Angklung Pasinan begitu melegenda namanya, karena mempunyai lawan tanding di panggung seperti, Mangir, Bunder, Bolot dan Banje. 

Sekar Wangi tahun 2007 pernah Juara 2 Tingkat Kabupaten Banyuwangi, pada  Festival Angklung Caruk yang digelar di Desa Alasmalang. Juara satu di  menangkan oleh kelompok Sumberwangi.

Ketua Sekar Wangi, Slamet, mendapat informasi untuk tampil di acara launching buku mengaku senang dan bahagia. Kegembiraan itu beralasan, karena satu lebih tidak pernah pentas, apalagi dalam format Caruk. Selamet dan teman-temannya berterkad, akan tampil dengan gendhing-gendhing barunya.

“Kesempatan ini seperti membangunkan harimau tidur, kami langsung sambut dengan berbagai persiapan. Kesempatan yang sangat penting, maka harus tampil terbaik untuk menyuguhkan pertunjukan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” ujar Slamet bersemangat.

Ketut atau Suprapto, salah satu pantus legendaries angklung caruk Pasinan, juga mengaku senang dan bahagia atas terselenggaranya acara ini. Momentum ini bisa menghapus kerinduan, khusunya seni angklung Caruk. Ketut menyampaikan, bahwa acara ini menjadi catatan sejarah yang terbaru angklung Sekar Wangi.

Tohan atau Bang Tuh, pemain angklung dan biasanya juga menabuh saron. Beliau sangat senang, meski masih sering mendapat undangan pentas, namun dalam pentas Angklung Caruk baru kali ini. 

“Panjak Angklung Caruk, merasa senang bisa tampil pada kesenian Angklung Caruk, bukan yang lain,” tegasnya.


Keterangan Gambar : Penampilan Badut Angklung Caruk Sekar Wangi Pasinan. (Foto: Dok. Artevac)

Proses regenarasi juga berjalan, karena pada kelompok yang tampil, Sabtu (10/4/2021) merupakan gabungan generasi muda dengan para senior Angklung Caruk. Para generasi muda ini juga diberi wawasan oleih seniornya, jika Angklung Caruk tahun 1980-an beda sekali dengan sekarang. Kalau dulu adu gending dan jotos, kalau sekarang hanya adu gendhing dan krativitas.

Setelah melalui persiapan matang, juga totalitas pendukungnya, penampilan Sekar Wangi tidak mengecewakan. Banyak penonton yang berdecak kagum, karena kejayaan masa lalu masih terpancar jelas meskipun yang memainkan anak-anak muda.

Penonton memang sangat dibatasi, begitu juga waktu tampil. Namun kepuasan mereka yang lama tidak pernah melihat penampilan Angklung Caruk sedikit terobati. Para panjak Angklung Caruk berharap, kapan kesempatan ini akan terulang lagi dalam waktu dekat?

Angklung Caruk ini menjadi hal yang sangat kompleks untuk sebuah contoh pertunjukan, ada gending, tari yang diperankan oleh badut, teaterikal yang dimainkan oleh badut dan pemain. Ini murni dan asli dari kemapuan individu setiap pemain. Semoga angklung caruk menjadi pusatnya seni pertunjukan, selain janger, kuntulan dan lain-lainya. (sen) (Bersambung)