
Kendaraan besar menumpuk di dalam dan diluar area Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – PT ASDP melakukan optimalisasi operasional kapal dan koordinasi intensif bersama regulator serta pemangku kepentingan terkait guna mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
"Saat ini kami bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penguraian antrean dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” kata Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, Jumat (4/9/2026).
ASDP menyebut kemacetan kendaraan hingga mencapai belasan
kilometer yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya
peningkatan volume kendaraan logistik sekitar 16 persen dibandingkan periode
yang sama bulan lalu.
Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan satu pasang
dermaga di Ketapang dan Gilimanuk yang sementara tidak beroperasi karena tengah
menjalani peningkatan kapasitas menjadi 50 ton. Pekerjaan ini merupakan bagian
dari penguatan infrastruktur dan kesiapan operasional untuk menghadapi periode
angkutan Nataru dan Idul Fitri 2027.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyampaikan permohonan
maaf kepada seluruh pengguna jasa yang terdampak oleh kepadatan kendaraan di
jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
dan tambahan waktu perjalanan yang dialami pengguna jasa. Kami memahami kondisi
ini memberikan dampak, khususnya bagi masyarakat dan pelaku logistik yang
membutuhkan kepastian waktu," ujar Heru.
ASDP mengoperasikan 24 kapal berukuran besar untuk
mengoptimalkan kapasitas angkut dengan menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat
(TBB) menggunakan enam kapal guna mempercepat proses bongkar muat dan
mempersingkat waktu kapal berada di dermaga.
Penyesuaian pola operasi juga dilakukan dengan tetap
mempertimbangkan kapasitas dermaga, kondisi lalu lintas kendaraan, serta aspek
keselamatan pelayaran.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto
menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan regulator dan
stakeholder untuk mengatur arus kendaraan, khususnya angkutan logistik,
sekaligus mempercepat penguraian antrean di jalur menuju pelabuhan.
Pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap dilayani
sesuai ketentuan, sementara masyarakat diimbau untuk mengantisipasi tambahan
waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh
pengguna jasa dalam menghadapi kondisi ini. ASDP berkomitmen untuk terus
melakukan perbaikan dan memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan
seoptimal mungkin. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama, tanpa
mengesampingkan upaya untuk memberikan pelayanan yang semakin baik,” jelas
Media.
Sebagai bagian dari sistem konektivitas nasional, ASDP
berkomitmen untuk terus memperkuat keandalan layanan penyeberangan melalui
optimalisasi operasional, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi dengan
seluruh stakeholder, guna memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi
logistik tetap terlayani secara optimal. (tim)
