Bupati Ipuk dalam acara Festival Science Entrepreneur di Banyuwangi bulan Mei 2022 lalu. (Foto: humas/kab/bwi/dok)
KabarBanyuwangi.co.id - Kabupaten Banyuwangi tengah merintis pengembangan Pusat Sains. Salah satunya, dalam waktu dekat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani akan mengajak Prof. Yohanes Surya untuk mengajarkan pelajar Banyuwangi metode gasing dalam pembelajaran matematika.
Diharapkan tahun ini lahir pelajar-pelajar Banyuwangi juara Matematika, alias punya kompetensi sangat unggul di bidang Matematika.
Profesor Yohanes Surya adalah
seorang fisikiwan Indonesia, yang juga dikenal sebagai pembimbing Tim Olimpiade
Fisika Indonesia/TOFI. Prof Yohanes mengembangkan pembelajaran Matematika dan
Fisika dengan skema GASING (Gampang Asyik dan Menyenangkan).
“Kami siapkan anak-anak muda
Banyuwangi menjadi sangat unggul di bidang Matematika. Dan ini bukan dari
sekolah di pusat kota. Tahap awal, kami pilih anak-anak pelajar dari desa-desa.
Mereka akan dididik langsung oleh tim Prof Yohanes menjadi ahli matematika,”
kata Ipuk.
Ipuk mengatakan, Matematika
adalah ilmu dasar yang sangat berguna untuk memecahkan masalah dalam berbagai
bidang ilmu lainnya. “Untuk batch pertama kita siapkan 90 pelajar desa. Itu pun
sebagian dipilih yang bahkan selama ini mungkin belum cakap matematikanya,”
kata Ipuk.
Ditambahkan Ipuk, program ini
merupakan bagian dari rintisan pengembangan science center (Pusat Sains) yang
tengah dikembangkan di Banyuwangi. Tempat ini diharapkan menjadi pusat
pengembangan dan pembelajaran sains bagi pelajar Banyuwangi.
“Itu rencananya akan kami
tempatkan di salah satu kecamatan di Banyuwangi selatan. Biar terjangkau dari
wilayah manapun. Sebagai langkah awal, kami ajak Prof Yohanes,” kata Ipuk.
“Ini ikhtiar kita menyiapkan SDM
berkualitas di Banyuwangi, yang menguasai sains dan teknologi. Selain
matematika, nanti diikuti berbagai cabang ilmu pengetahuan lainnya,” imbuh
Ipuk.
Sementara itu, Kepala Dinas
Pendidikan Suratno menjelaskan bahwa sebanyak 30 guru dari sekolah dasar baik
negeri dan swasta juga akan dilatih pelatihan berhitung Metode Gasing bersama
Prof Yohanes Surya pada awal tahun ini.
Pelatihan ini akan diikuti oleh
90 siswa, dengan rincian 1 guru akan melatih 3 siswa, termasuk membawa satu
murid yang memiliki kelemahan dalam bidang studi matematika.
“Sejak November dan Desember 2022, kami sudah berkomunikasi intens dengan Prof. Yohanes Surya dan timnya tentang pelaksanaan dan metode yang akan diberikan ke Banyuwangi,” kata Suratno.
Sebagai tahap awal, yang dilatih
adalah 30 guru dari berbagai sekolah dasar di Banyuwangi dan tiga siswanya.
“Kami berharap para guru yang dilibatkan mampu menerapkan dan mengembangkan ilmu yang telah diperoleh tersebut di sekolahnya maupun di sekolah-sekolah lain di wilayahnya. Ini adalah bagian dari kewajiban dari guru-guru utusan setelah selesai pelatihan yakni untuk melakukan pengimbasan,” kata dia. (humas/kab/bwi)