
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turun langsung melakukan patroli keliling bersama Forum Kominikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan pengamanan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan maksimal.
Ipuk bersama Kapolresta Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Dandim Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, dan Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, melakukan pengecekan ke pos-pos pengaman Lebaran 2026. Di antaranya di Taman Sritanjung hingga Pelabuhan Ketapang.
Personil gabungan dari berbagai unsur telah dipersiapkan mengamankan malam takbir dan hari Raya Idul Fitri. Mereka sebelumnya telah mengikuti apel pengamanan malam takbir Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Mapolresta Banyuwangi, Jumat sore (20/3/2026).
"Jadi ini upaya kita bersama
memastikan layanan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri betul-betul
maksimal. Kita bareng-bareng antara Pemkab dengan TNI-Polri, agar masyarakat
merasa aman dan nyaman dalam merayakan Hari Kemenangan ini," kata Ipuk.
Ipuk juga mengajak seluruh
masyarakat Banyuwangi untuk turut menjaga situasi tetap aman dan kondusif
selama perayaan berlangsung.
"Keamanan ini bukan hanya
tugas aparat, bukan hanya tanggungjawab Pemda, tetapi tanggung jawab bersama.
Mari kita jaga Banyuwangi tetap damai agar semua bisa merayakan dengan
tenang," ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta
Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menyampaikan bahwa ratusan personel
gabungan telah disiagakan di berbagai titik strategis.
Total sekitar 330 personel
gabungan yang diturunkan, ditambah sekitar 700 personel di jajaran Polsek yang
tersebar di seluruh kecamatan.
Pengamanan difokuskan pada
sejumlah titik rawan, termasuk jalur lalu lintas, pusat keramaian, dan berbagai
lokasi ibadah saat pelaksanaan salat Idul Fitri.
Kapolresta juga mengimbau
masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling yang berpotensi menimbulkan
kecelakaan maupun gesekan antar kelompok. "Kami sarankan takbir cukup
dilaksanakan di masjid dan musala," pintanya.
Selain itu, masyarakat juga
diminta tidak menyalakan petasan atau kembang api karena berisiko membahayakan
diri sendiri maupun orang lain. Pasalnya, setiap tahun selalu ada korban akibat
penggunaan petasan.
"Mari kita rayakan Malam
Kemenangan ini dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, tanpa harus ada yang
cedera, terjatuh, atau mengalami kecelakaan," kata Rofiq.
Petugas di lapangan, sambung dia,
juga telah diarahkan untuk melakukan operasi skala besar dan masif serta
mengoptimalkan pengaturan lalu lintas, hingga mengantisipasi balap liar.
"Semua langkah ini kami lakukan agar masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi selama perayaan Idul Fitri di Banyuwangi," tutupnya. (*)