Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo meninjau aliran Sungai Kalilo sasaran normalisasi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi melakukan normalisasi sungai di sejumlah wilayah rawan banjir.
Kepala DPU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan, normalisasi dilakukan di sejumlah titik rawan banjir, seperti di Sungai Kalilo, Kecamatan Banyuwangi dan Sungai Yas, Kecamatan Kalibaru.
"Normalisasi sudah dilakukan, termasuk mendatangkan
alat berat untuk keperluan pengerukan sedimen," ujar Guntur, Senin
(5/12/2022).
Menurut Guntur, normalisasi dilakukan mulai dari hulu hingga hilir dengan perhitungan dalam jangka panjang.
Alat
berat mengeruk sedimen di Sungai Yas pasca banjir di Kecamatan Kalibaru,
Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Normalisasi pada aliran Sungai Kalilo, kata Guntur,
dilakukan secara bertahap dimulai dari muara. Pasalnya, di sungai ini terjadi
pendangkalan dari hulu hingga hilir akibat banjir.
"Pendangkalan sudah signifikan mencapai sekitar 10
sentimeter. Normalisasi menjadi solusi, termasuk meninggikan tanggul hingga 1
meter untuk menahan laju air," tuturnya.
Normalisasi juga dilakukan di Sungai Yas, Desa Kalibaru
Wetan, Kecamatan Kalibaru. Normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi
sungai seperti semula untuk menambah daya tampung serta memperlancar
operasional jaringan irigasi.
"Normalisasi Sungai Yas sudah dilakukan sepekan terakhir menggunakan alat berat," tambahnya.
Kepala
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo. (Foto:
Fattahur)
Di wilayah ini, kata Guntur, juga dipasang bronjong dan
akan dibangun tanggul atau tangkis sepanjang 14 meter di sekitar jembatan
sungai Yas.
"Selain itu juga dilakukan normalisasi drainase di
Kalibaru Wetan. Juga normalisasi Banyuanyar, dan pembangunan sudetan di Dusun
Sumber Baru," tambahnya lagi.
Selain itu, masih kata Guntur, Pemkab juga melakukan
komunikasi dengan PTPN XII terkait pemanfaatan lahan di wilayah hulu Kalibaru.
"Ini kita lakukan untuk mengantisipasi dampak banjir ke depan,"
pungkas Guntur. (fat)