
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terus mendorong anak muda untuk terjuan di dunia pertanian.
“Salah satu program prioritas pemerintah adalah swasembada pangan,” kata Ipuk saat berdialog bersama para petani gapoktan Surangganti dan petani milenial di Desa Gladag, Rogojampi, Minggu (1/3/2026).
“Karena itu keterlibatan anak
muda sangat penting utamanya dalam penerapan teknologi pertanian (smart
farming),” imbuhnya.
Gapoktan Surangganti memiliki
usaha pelayanan jasa alsintan (Upja) Tani Makmur di Desa Gladag, Kecamatan
Rogojampi.
Upja ini menawarkan layanan jasa
alsintan untuk mendukung kegiatan budidaya, mulai dari hulu hingga hilir dengan
memberdayakan anak-anak muda sebagai operatornya.
Seperti traktor untuk pengolahan
tanah, grain seeder untuk persemaian, transplanter untuk penanaman benih, drone
sprayer untuk menyemprotkan berbagai jenis pupuk cair, serta combine harvester
untuk memanen.
"Kami ingin mendorong pemuda
tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi agen perubahan yang membawa ide-ide
baru, teknologi, dan praktik pertanian modern ke lapangan,” kata Ipuk.
Manajer Upja Tani Makmur, Heru,
menjelaskan bahwa penerapan sistem budidaya modern memberikan banyak keuntungan
bagi petani. Baik dari sisi produktivitas, biaya, dan waktu.
Dari sisi biaya, proses budidaya
menggunakan alsintan menjadi lebih efisien. “Untuk 1 hektare lahan, menanam
padi secara manual butuh 12 orang per hari. Dengan transplanter, cukup 4 orang
per hari sehingga lebih hemat ongkos pekerja,” kata Heru.
“Dari sisi waktu, petani juga diuntungkan. Semakin cepat proses tanam, luasan tanam yang dihasilkan juga semakin besar. Tentu akan berimbas pada peningkatan produksi petani,” imbuhnya. (*)