
Jajaran InJourney dan Angkasa Pura temui Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata. (Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id - Dunia pariwisata Banyuwangi kembali
mendapatkan suntikan dukungan untuk naik level di pasar internasional. Kali
ini, datang dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.
Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata bersama Angkasa
Pura siap berkolaborasi mengembangkan Banyuwangi sebagai destinasi berkelas
internasional melalui penguatan event, promosi, hingga konektivitas
udara.
“Kami telah bertemu jajaran direksi InJourney dan
menyatakan komitmennya mendukung pariwisata Banyuwangi. Kami optimis, dukungan
besar ini akan berdampak positif pada pariwisata dan ekonomi daerah,” ujar
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestandani, Minggu (2/8/2026).
Sebelumnya Direktur Utama InJourney Maya Watono bertemu
Bupati Ipuk di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi, pada Jumat (31/7/2026). Turut
mendampingi Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi.
"Kami mengapresiasi komitmen InJourney dan Angkasa
Pura. Dukungan untuk meningkatkan kualitas event, memperluas promosi, hingga
memperkuat konektivitas udara akan menjadi modal penting agar pariwisata
Banyuwangi semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,"
ujar Ipuk.
InJourney menilai Banyuwangi memiliki modal yang lengkap
sebagai destinasi kelas dunia, mulai dari bentang alam, kekayaan budaya,
kuliner, hingga kualitas event yang selama ini konsisten dikembangkan daerah.
Kunjungan ini menjadi langkah awal penyusunan strategi bersama untuk memperkuat
daya saing pariwisata Banyuwangi.
"Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya
indah, budayanya kuat, kulinernya menarik, kopinya juga luar biasa. Yang paling
penting, tim di daerah sangat kreatif. Saya melihat pariwisata bisa menjadi
engine of future economic growth bagi Banyuwangi," kata Maya.
Menurut Maya, kekuatan utama Banyuwangi terletak pada DNA
pariwisatanya yang otentik. Identitas budaya yang masih terjaga, dipadukan
dengan kekayaan alam, menjadi nilai yang harus dipertahankan sembari
meningkatkan daya saing destinasi.
“Kita akan merancang bersama peta jalan (roadmap) strategis
untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sekaligus mendorong
pemerataan pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Banyuwangi,” ungkapnya.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah
meningkatkan kualitas penyelenggaraan event agar terus menjadi daya tarik
internasional. Gandrung Sewu yang akan digelar di Oktober mendatang menjadi
salah satu agenda yang akan mendapat dukungan.
"Event ini memiliki potensi besar menjadi etalase
budaya Indonesia di mata dunia. Dengan pengemasan dan promosi yang lebih kuat,
kami optimistis daya tariknya akan semakin besar," ujar Maya.
Selain memperkuat promosi destinasi dan event, InJourney
melalui Angkasa Pura juga menaruh perhatian pada peningkatan konektivitas
menuju Banyuwangi.
Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi
mengatakan, akses transportasi menjadi faktor penting dalam mempercepat
pertumbuhan pariwisata. Karena itu, pihaknya melihat peluang untuk meningkatkan
konektivitas penerbangan menuju Banyuwangi melalui skema yang berkelanjutan.
"Kami melihat potensi penambahan frekuensi penerbangan
ke Banyuwangi. Namun pengembangannya harus dirancang secara komprehensif,
misalnya mengintegrasikan rute Banyuwangi dengan destinasi wisata lain sehingga
tingkat keterisian penumpang tetap terjaga," kata Rizal.
Menurutnya, penguatan konektivitas tersebut membutuhkan
kolaborasi berbagai pihak, mulai dari daerah, Kementerian Perhubungan, hingga
maskapai.
"Ketika event bertambah kuat, destinasi semakin
menarik, dan akses transportasi semakin mudah, maka ekosistem pariwisata akan
tumbuh. Dampaknya bukan hanya pada jumlah wisatawan, tetapi juga terhadap
ekonomi masyarakat," ujarnya. (*)