Ganggu Ekosistem Laut, Sampah Rumah Tangga Berserakan di Kawasan Pantai Watu DodolNelayan Pesona Bahari

Ganggu Ekosistem Laut, Sampah Rumah Tangga Berserakan di Kawasan Pantai Watu Dodol

Sampah organik dan rumah tangga penuhi bibir pantai Watu Dodol. (Foto: Rivani)

KabarBanyuwangi.co.id - Tumpukan sampah yang mayoritas merupakan limbah dari hasil aktivitas rumah tangga terlihat mengapung berserakan memenuhi sepanjang bibir pantai di kawasan wisata Grand Watu Dodol (GWD), Desa Bangsring, Kecamatan, Wongsorejo, Banyuwangi. Tentunya hal ini dapat mengganggu ekosistem laut dan keindahan pantai di kawasan tersebut.

Sampah organik seperti bambu, kayu, ranting, maupun batok kelapa terlihat memadati kawasan pantai sepanjang 200 meter ini. Selain itu plastik minyak goreng, botol, styrofoam bekas makanan, hingga alas kaki seperti sendal jepit dan sepatu terlihat mengapung di bibir pantai.

Fachrul Al-Fatih (22), wisatawan asal Kabupaten Situbondo, merasa kecewa menyaksikan pesisir pantai yang terkenal dengan keindahan panoramanya ini tercemar sampah.

Baca Juga :

"Sampah plastik dan kayu yang mengapung di pantai ini sangat mengganggu kenyamanan. Saya dan teman-teman jauh-jauh kesini untuk berenang dan menikmati wisata pantai disini," lontar Fachrul dengan nada kecewa, Kamis (4/2/2020) siang.

Selain itu, Ketua Kelompok Nelayan Pesona Bahari, Abdul Aziz mengatakan, banyaknya sampah ini bisa merusak ekosistem laut, terlebih selain tempat wisata kawasan ini juga merupakan tempat budidaya lobster yang dikembangkan oleh sejumlah nelayan setempat.


Ketereangan Gambar : Sampah batang pohon pisang. (Foto: Rivani)

"Sampah seperti ini bisa berbahaya. Karena kalau tersangkut di dasar laut bisa merusak terumbu karang. Apalagi ini lahan konservasi dimana banyak binatang laut hidup disini," kata Aziz yang juga sebagai ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

"Yang membuat kami miris, banyak sampah rumah tangga. Ini menunjukkan budaya warga sekitar yang belum sadar akan kebersihan lingkungan. Kita beruntung masih menggunakan keramba dasar, sehingga masih selamat dari sampah - sampah ini dan tidak berdampak pada budidaya," imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, Aziz mengharapkan adanya kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, yang akan berdampak pada tercemarnya ekosistem laut.

"Saya berharap agar masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah apapun baik dari limbah rumah tangga ataupun sampah organik. Karena yang menerima dampaknya adalah masyarakat nelayan, seperti yang ada di pesisir pantai Watu Dodol Banyuwangi ini," pungkasnya. (van)