Gempa 5,1 Guncang Jember, Dua KA Sempat Berhenti Luar Biasa di Stasiun KalisetailPT KAI Persero

Gempa 5,1 Guncang Jember, Dua KA Sempat Berhenti Luar Biasa di Stasiun Kalisetail

KAI Daop 9 Jember pastikan terowongan Mrawan aman dilintasi pasca gempa magnitudo 5,1 SR. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,1 yang berpusat di tenggara Jember pada Selasa (26/5/2026) sore, sempat berdampak pada operasional perjalanan kereta api. Dua rangkaian kereta api dilaporkan sempat Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kalisetail, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Dua rangkaian kereta api yang tertahan tersebut adalah KA Sangkuriang relasi Ketapang - Bandung dan KA Pandanwangi relasi Jember - Ketapang. Langkah tersebut diambil sebagai tindakan preventif demi memastikan keselamatan perjalanan pasca-gempa yang terjadi pukul 15.39 WIB.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa sesaat setelah gempa terasa, Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) langsung berkoordinasi dengan seluruh petugas stasiun dari Pasuruan hingga Ketapang.

Baca Juga :

"Sebagai langkah preventif yang mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan, seluruh perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 9 Jember sempat diberhentikan luar biasa untuk menunggu hasil pemeriksaan kondisi prasarana pascagempa," kata Cahyo, Selasa (26/5/2026).

Petugas dari unit jalan rel dan jembatan kemudian bergerak cepat melakukan pemeriksaan menyeluruh. Objek pengecekan meliputi jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya di sepanjang lintas operasional Daop 9 Jember.

Setelah dilakukan penyisiran, seluruh lintas operasional dari Pasuruan hingga Ketapang dinyatakan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan akibat gempa.

"Pukul 16.05 WIB seluruh lintas Daop 9 Jember baik jalur maupun bangunan stasiun dalam kondisi aman dan tidak sampai mengganggu operasional kereta api," tambah Cahyo.

Setelah dinyatakan aman, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan. KA Sangkuriang dan KA Pandanwangi diberangkatkan kembali dari Stasiun Kalisetail pada pukul 16.10 WIB dengan mengalami kelambatan sekitar 10 menit.

Pihak KAI Daop 9 Jember menegaskan bahwa keselamatan perjalanan adalah prioritas utama. Standard Operating Procedure (SOP) ketat selalu diterapkan secara cepat saat terjadi potensi gangguan alam demi keamanan penumpang.

"Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api tidak perlu khawatir. KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan," pungkasnya. (man)