(Foto: Humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pembangunan yang dilakukan Kabupaten Banyuwangi selama 10 tahun terakhir. Kepada pemerintahan Banyuwangi yang baru, Khofifah meminta untuk menyiapkan pra-conditioning utamanya di kawasan prioritas Selingkar Ijen.
"Banyuwangi pada dasarnya dalam 10 tahun terakhir mengalami kemajuan yang sangat pesat. Mandat sekarang dari Peraturan Presiden 80 adalah Selingkar Ijen," kata Khofifah, usai menghadiri Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, di Gedung DPRD Banyuwangi, Selasa (2/3/2021) malam.
Berdasarkan Peraturan Presiden
(Perpres) No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi, prioritas
percepatan pembangunan kawasan di Jawa Timur, terdapat di Kawasan Gerbang
Kertasusila dan sekitarnya, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, kawasan Selingkar
Wilis dan Lintas Selatan, serta Kawasan Selingkar Ijen.
Di Perpres No 80 tersebut
setidaknya terdapat 24 proyek strategis di Kawasan Selingkar Ijen. Kawasan
Selingkar Ijen sendiri meliputi beberapa kabupaten yakni Banyuwangi, Jember,
Bondowoso, dan Situbondo. Namun yang paling banyak terdapat di
Banyuwangi.
"Karena itu kami menitipkan
pesan pada bupati dan wakil bupati yang baru, untuk melakukan pra-conditioning
menyiapkan tim, kemudian melakukan telaah pada proyek strategis nasional
utamanya yang berkaitan di lingkar Ijen," jelas Khofifah.
Kawasan Selingkar Ijen masuk dalam
prioritas pembangunan nasional. Karena itu Kawasan Gunung Ijen harus dijadikan
catatan prioritas oleh Pemkab Banyuwangi.
Ini, menurut Khofifah karena selama
ini wisatawan-wisatawan yang ke Kawah Ijen lebih banyak melalui Banyuwangi.
Khofifah meminta pada pemerintahan Banyuwangi yang baru untuk melakukan
penguatan-penguatan di kawasan Selingkar Ijen ini.
"Seperti format-format
digitalisasi sistem harus terus dikembangkan. Trendnya saat ini UMKM kita
membutuhkan market yang lebih luas, penjualan online akan semakin masif. Karena
itu dibutuhkan penguatan-penguatan digitalisasi ekonomi. Seperti pelaku UMKM
dipersiapkan untuk pembayaran cashless agar nantinya wisatawan terutama
wisatawan asing bisa memiliki banyak alternatif pembayaran," pinta mantan
Menteri Sosial itu.
"Jadi sangat penting untuk
menjadikan Kawasan Selingkar Ijen catatan prioritas bagi pemerintahan yang
baru," tambah Khofifah.
Beberapa proyek strategis nasional
Selingkar Ijen yang masuk kawasan Banyuwangi yang nantinya bisa menjadi
percepatan pertumbuhan ekonomi di antaranya peningkatan fasilitas wisata Kawah
Blue Fire salah satunya proyek cable car, pelebaran dan pembangunan
jalan nasional dari Rogojampi sampai Jember, pelebaran jalan
nasional Situbondo-Ketapang, pembangunan jalan dari exit tol Probowangi ke
Bandara Banyuwangi, pembangunan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Selain itu di Banyuwangi juga
terdapat proyek peningkatan fasilitas Wisata Pantai Sukamade, pengembangan
eduwisata Alas Purwo dan Meru Betiri, pengembangan pariwisata dan marina, serta
lainnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani
berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat dan
Gubernur Jatim pada Banyuwangi selama ini. "Arahan-arahan dari Ibu
Gubernur menjadi salah satu inspirasi kami dalam menyusun program kerja ke
depan," kata Ipuk.
Ipuk mengatakan akan selalu
berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait percepatan pembangunan
Kawasan Selingkar Ijen. "Terima kasih Bu Gubernur telah memberikan
banyak arahan pada kami," kata Ipuk.
Sesuai dengan arahan gubernur, Ipuk
akan memperkuat Selingkar Ijen, utamanya digitalisasi UMKM. Ipuk mengatakan
telah mempersiapkan program UMKM Naik Kelas yang salah satunya untuk
digitalisasi UMKM dengan melibatkan anak-anak muda.
Selain itu melalui program Ngantor di Desa, Ipuk juga akan mengantor di desa kawasan Selingkar Ijen untuk melakukan percepatan-percepatan. (Humas/kab/bwi)