
Kepala OJK Jember, Aris Budiman dalam kegiatan Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Semester I Tahun 2026. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus memperkuat ketahanan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) melalui evaluasi kinerja industri dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, beberapa waktu lalu OJK Jember menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Semester I Tahun 2026 serta Penguatan Kapasitas Pegawai BPR/BPRS di Yogyakarta.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus dan pegawai
BPR/BPRS dari wilayah kerja OJK Jember yang meliputi kawasan Sekarkijang
(eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang) dengan mengusung tema Align, Learn &
Transform: Menyelaraskan Kinerja, Menguatkan Kapasitas, dan Mendorong
Transformasi Berkelanjutan dalam Mewujudkan Industri BPR/BPRS yang Sehat,
Tangguh, Adaptif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.
Program penguatan kapasitas pegawai BPR/BPRS tersebut
merupakan implementasi Blueprint Pengembangan Sumber Daya Manusia Sektor Jasa
Keuangan (SDM SJK) untuk membangun SDM yang profesional, kompeten,
berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjawab tantangan
industri jasa keuangan yang semakin kompleks dan dinamis.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman menyampaikan, penguatan
kualitas SDM harus berjalan seiring dengan peningkatan kinerja dan tata kelola
BPR/BPRS.
"SDM yang unggul menjadi faktor kunci dalam menjaga
keberlanjutan usaha, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, serta
mendorong inklusi keuangan yang lebih luas, khususnya di daerah,” kata Aris
dalam keterangan persnya, Selasa (21/7/2026).
Aris memaparkan kinerja BPR/BPRS di wilayah Sekarkijang
hingga Mei 2026 masih tumbuh positif. Penyaluran kredit mencapai Rp. 2,17
triliun, naik 4,28 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan kontribusi
terbesar ditopang oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran.
Capaian tersebut mencerminkan peran aktif BPR/BPRS dalam
mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di daerah. Kontribusi
penyaluran kredit terbesar berasal dari Kabupaten Jember sebesar Rp. 989,58
miliar, diikuti Banyuwangi mencapai Rp. 267,08 miliar.
OJK terus mendorong BPR/BPRS memanfaatkan peluang
pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran pembiayaan yang produktif,
khususnya kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang
punggung perekonomian daerah.
Dalam kegiatan evaluasi tersebut, OJK juga membahas
berbagai aspek strategis yang memengaruhi kesehatan dan keberlangsungan usaha
BPR/BPRS, meliputi penguatan permodalan, penerapan tata kelola yang baik,
pelindungan konsumen, serta penyusunan rencana aksi keuangan berkelanjutan.
Evaluasi itu diharapkan menjadi sarana bagi BPR/BPRS
untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat daya tahan
dalam menghadapi dinamika industri jasa keuangan.
OJK meyakini bahwa sinergi antara penguatan kelembagaan,
peningkatan kompetensi SDM, penerapan tata kelola yang baik, serta pelindungan
konsumen menjadi fondasi penting bagi BPR/BPRS untuk terus tumbuh, meningkatkan
kontribusi terhadap perekonomian daerah, dan memberikan layanan keuangan yang
semakin berkualitas kepada masyarakat.
"Tentu OJK akan terus mendorong pengembangan
industri BPR/BPRS yang sehat, kuat, berintegritas, adaptif, dan berdaya saing
sebagai bagian dari upaya mewujudkan sektor jasa keuangan yang inklusif serta
mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sekarkijang,"
imbuhnya. (fat)
