Peneliti BRIN Temukan Tomiyamichthys Oriens, Spesies Ikan Gobi Udang dari Laut BanyuwangiBadan Riset dan Inovasi Nasional

Peneliti BRIN Temukan Tomiyamichthys Oriens, Spesies Ikan Gobi Udang dari Laut Banyuwangi

Spesies baru ikan gobi udang dari perairan Banyuwangi yang dinami Tomiyamichthys oriens. (Foto: brin.go.id)

KabarBanyuwangi.co.id - Kekayaan hayati perairan Banyuwangi kembali menyumbang catatan penting bagi dunia sains internasional. Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama mitra berhasil mengidentifikasi satu spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) yang menghuni laut Bumi Blambangan.

Spesies baru tersebut resmi dinamai Tomiyamichthys oriens dan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi, ZooKeys Volume 1283 Edisi 2026.

Penemuan ini merupakan hasil riset kolaboratif antara peneliti BRIN Kunto Wibowo, Hilda M. Pratiwi, Anik B. Dharmayanthi, Agus Priyadi, dan Ruby V. Kusumah bersama Djohan Tjiptadi serta Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baru.

Baca Juga :

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa riset bermula saat dua ekor spesimen ikan gobi hias laut dikoleksi dari perairan Banyuwangi.

Sekilas, ikan ini sangat mirip dengan Tomiyamichthys hyacinthinus, spesies serupa yang ditemukan di Jepang pada 2025.

Namun, pengujian lebih lanjut menggunakan pendekatan taksonomi integratif yang memadukan pengamatan morfologi (bentuk tubuh) dan analisis DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI) membedakan keduanya secara tegas.

"Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan genetik sebesar 3,1 persen serta variasi pada jumlah jari-jari sirip, sisik, dan jari-jari insang dibanding kerabatnya dari Jepang. Karakter ini konsisten sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru," ujar Kunto dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (21/7/2026).

Tampilan dan Nama 'Oriens' dari The Sunrise of Java

Secara visual, Tomiyamichthys oriens memiliki corak tubuh yang mencolok. Tubuhnya dihiasi lima bercak warna jingga terang berjejer di samping, lengkap dengan pola marmer kuning pada bagian kepala. Ikan jantan juga memiliki ciri unik berupa dua filamen panjang di sirip punggung pertamanya.

Meskipun ukurannya relatif mungil, hanya sekitar 3,5 sentimeter, perpaduan warna jingga dan warna dasar putih susu pada tubuhnya tampak begitu kontras saat hidup.


Perbedaan Tomiyamichthys oriens (A) dan Tomiyamichthys hyacinthinus (B). (Foto: brin.go.id)

Nama oriens sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti "timur" atau "matahari terbit". Penamaan ini terinspirasi dari warna jingga cerah tubuhnya sekaligus menjadi bentuk penghormatan bagi Banyuwangi yang populer dengan julukan The Sunrise of Java.

Endemik Perairan Pesisir Banyuwangi

Hingga saat ini, keberadaan Tomiyamichthys oriens baru terkonfirmasi di perairan pesisir Banyuwangi. Berdasarkan informasi nelayan lokal, ikan ini mendiami dasar laut berpasir di kawasan perairan dangkal.

Meskipun kelompok ikan gobi udang dikenal umumnya hidup bersimbiosis dengan udang pistol (alpheid shrimp), interaksi ekologis khusus pada Tomiyamichthys oriens ini masih memerlukan penelitian lapangan lebih lanjut.

Penemuan spesies baru ini kian memperkuat posisi Indonesia di kawasan Coral Triangle sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Catatan ini menambah daftar Tomiyamichthys menjadi 21 spesies di dunia, di mana 13 di antaranya ditemukan di perairan Nusantara. (man)