
Peserta menampilkan beragam kostum dalam Gelaran Kirab Budaya Gitik Eksotis Carnival 2026. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Gelaran Kirab Budaya Gitik Eksotis Carnival 2026 dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik di Banyuwangi berlangsung meriah.
Mengusung tema keanekaragaman seni tradisi dan keagungan warisan lokal, parade budaya tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus menjaga eksistensi seni tradisi Banyuwangi.
Kemeriahan karnaval bukan hanya digerakkan oleh
masyarakat Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, namun sejumlah lembaga pendidikan
di wilayah juga turut ambil bagian.
Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon dan
pemberangkatan parade kostum megah yang menampilkan perpaduan ornamen
tradisional serta sentuhan kreasi kontemporer.
Sepanjang jalur kirab, para peserta menampilkan beragam
formasi pertunjukan yang memukau penonton. Puluhan peraga mengenakan busana
megah berukuran besar bertema budaya seperti gandrung, kuntulan, serta kostum
Banyuwangi Etchno Carnival.
Tak hanya mengandalkan kemegahan kostum, parade juga
diramaikan penampilan seniman dengan tarian khas daerah, atraksi musik
tradisional, hingga koreografi tari kolosal.
Ketua Panitia Gitik Eksotis Carnival 2026, Fungki
Krisdiantoro menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam
agenda tersebut.
"Tanpa kerja keras, kesabaran, dan gotong royong dari Anda semua, acara megah ini tidak akan mungkin terwujud," ujar Fungki Krisdiantoro, Minggu (30/8/2026).

Ragam
atraksi seni budaya lokal meriahkan Kirab Budaya Gitik Eksotis Carnival
2026. (Foto: Istimewa)
Kepala Desa Gitik, Hamzah sangat bersyukur melihat
antusiasme masyarakat dalam gelaran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bisa
meriah dan membawa harum nama daerah.
"Alhamdulillah, kegiatan kirab karnaval ini
dilaksanakan oleh segenap warga dan instansi sekolah dengan sangat guyub dan
rukun. Tahun ini kemeriahannya terasa sangat beda, terutama berkat peran aktif
para pemuda yang tergabung di SAGITIK," jelasnya.
Hamzah menegaskan, kirab karnaval ini bukan sekedar
hiburan, melainkan wujud nyata kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
serta bukti kuatnya rasa persaudaraan warga Desa Gitik.
"Harapan kami kegiatan ini bisa terus berjalan
setiap tahunnya. Pesan kami kepada warga, mari kita saling menjaga, saling
mendukung, dan memperkuat tali silaturahmi agar lingkungan kita tetap kondusif,
rukun, dan kompak," ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi,
Hartono turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya gelaran Kirab Budaya
Gitik Eksotis Carnival 2026.
"Tentu kami apresiasi, penampilan yang dibawakan
sangat beragam, mulai dari seni budaya, adat, hingga tema kepahlawanan dan
semangat nasionalisme," ucapnya.
Ia menambahkan, kesuksesan agenda ini tidak lepas dari kekompakan seluruh lapisan masyarakat di empat dusun Desa Gitik, yakni Dusun Timurejo, Krajan, Sidorejo, dan Sidomulyo.
Barisan karnaval semakin semarak dengan keterlibatan para
pelajar, mulai dari anak-anak TK, siswa SD hingga SMP di wilayah setempat.
Mereka membaur dengan masyarakat.
Peserta pelajar semarakkan Kirab Budaya Gitik Eksotis Carnival 2026. (Foto: Istimewa)
Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
berharap sinergitas dan semangat gotong royong warga dapat terus terjaga,
sekaligus menjadi sarana edukasi kebangsaan bagi generasi muda.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
Pemerintah Desa dan warga Gitik yang begitu kompak menyuguhkan pertunjukan luar
biasa hari ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut untuk memupuk rasa cinta
tanah air pada generasi muda," pungkasnya.
Sepanjang gelaran berlangsung, hiburan rakyat serta
puluhan stand UMKM kuliner dan suvenir turut memanjakan pengunjung yang datang
dari berbagai wilayah.
Adapun instansi pendidikan yang berpartisipasi
diantaranya TK Siwi Peni, SD Katolik Bakti, SMP Katolik, SMP Negeri 1
Rogojampi, SMP Negeri 3 Rogojampi. Mereka membaur dengan masyarakat Desa Gitik
berjalan bersama memeriahkan Gitik Eksotis Carnival 2026. (tim)
