
LDII Banyuwangi berkomitmen proses penyaluran hewan kurban sesuai syariat Islam. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga
Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi menunjukkan kepedulian
sosial yang tinggi pada Idul Adha 1447 H / 2026 M. Tidak tanggung-tanggung,
mereka menyalurkan sebanyak 520 ekor hewan kurban dengan estimasi nilai
mencapai Rp 5,5 miliar.
Ratusan hewan kurban yang terdiri dari 245 ekor sapi dan
275 ekor kambing tersebut disembelih dan didistribusikan secara serentak di
berbagai masjid serta pondok pesantren di bawah naungan LDII Banyuwangi, Rabu
(27/5/2026).
Sekretaris DPD LDII Banyuwangi, Kris Parwanto, S.Sos.,
mengungkapkan bahwa jumlah hewan kurban tahun ini merefleksikan kuatnya
semangat gotong royong warga LDII yang tersebar di 75 majelis taklim, PC, PAC,
dan tiga pondok pesantren.
"Kami sangat bersyukur karena tahun ini warga LDII
semakin semangat berbagi. Melalui keikhlasan dan semangat gotong royong ini,
terkumpul hewan kurban dengan nilai total mencapai Rp 5,5 miliar," ujar
Kris Parwanto.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir.
Heri Sujatmiko, M.T., IPM., menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki dampak
sosial yang nyata. Semangat "Tandang Bareng" dinilai menjadi kunci
penting untuk menjaga kebersamaan di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
"Kurban bukan sekadar ritual ibadah, melainkan
manifestasi dari solidaritas sosial untuk menjaga kerukunan di tengah
masyarakat," katanya.
Heri membagikan tiga kiat praktis dalam mempersiapkan
kurban. Langkah pertama adalah membangun komitmen sejak awal tahun dengan
menyisihkan dana secara berkala, mengingat kurban merupakan agenda tahunan yang
sangat bisa direncanakan.
Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan sistem
kolektif atau patungan bersama untuk pembelian hewan kurban berupa sapi. Namun,
jika ingin berkurban secara mandiri, memilih opsi kurban kambing perorangan
bisa menjadi metode efektif yang jauh lebih terjangkau bagi berbagai lapisan
masyarakat.
Untuk memastikan keamanan konsumsi, LDII Banyuwangi
berkomitmen menjaga proses penyembelihan hingga distribusi agar tetap higienis
dan sesuai syariat Islam.
Seminggu sebelum pelaksanaan, panitia telah dibekali
pelatihan khusus oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi terkait
kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Demi kenyamanan dan menghindari kerumunan massal, panitia
menerapkan sistem distribusi langsung ke rumah warga.
"Paket daging kurban dikirimkan secara langsung (door
to door) kepada masyarakat yang membutuhkan. Distribusi inklusif ini menyasar
warga di sekitar masjid, santri pondok pesantren, hingga masyarakat di wilayah
PC dan PAC se-Kabupaten Banyuwangi," pungkas Heri. (*)