
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda terus diperkuat di Kabupaten Banyuwangi.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyuwangi membentuk Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba sebagai wadah pembinaan sekaligus edukasi bagi anggota Pramuka.
Kerja sama tersebut ditandai dengan
penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Ketua Kwarcab Pramuka yang
juga Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol
Rachmat Kurniawan di Kantor Kwarcab Pramuka Banyuwangi, Selasa (28/2026).
"Peredaran gelap dan penyalahgunaan
narkotika merupakan musuh nyata bangsa. Sasaran mereka adalah generasi muda,
usia produktif, termasuk anak-anak kita yang berada di bangku sekolah dan aktif
di gugus depan pramuka. Mangka kita wajib memeranginya," kata Mujiono.
Mujiono menyambut baik sinergi
dengan BNNK. Setelah agenda ini, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat dan
pemangku kepentingan (stakeholder) untuk bersama-sama membentengi generasi muda
dari ancaman narkotika.
"Kami mengajak kepada
seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, lintas agama, pemerintah daerah,
hingga sektor perbankan untuk bareng-bareng mengantisipasi peredaran narkoba di
Kabupaten Banyuwangi. Mari kita edukasi anak cucu kita agar tidak terlibat
narkoba," pintanya.
Mujiono turut meminta dalam setiap
kegiatan bisa menyisipkan sosialisasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan,
Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) di berbagai forum, seperti
pengajian, pondok pesantren, hingga lingkungan pendidikan.
"Harapannya, pembentukan
karakter dan keluhuran mental generasi muda di Banyuwangi dapat terus
terjaga," sambung Wabup.
Sementara itu, Kepala BNNK
Banyuwangi Kombes Pol Rachmat Kurniawan mengatakan, upaya ini merupakan bentuk
konkret komitmen BNNK dalam mengoptimalkan strategi P4GN dari sisi hulu.
P4GN, sambungnya, bukan hanya
soal penindakan represif. Penindakan hanya satu bagian kecil dari sekian banyak
kegiatan. Yang tidak kalah penting yakni penyuluhan, pencegahan, pemberdayaan,
hingga rehabilitasi.
"Sebagaimana slogan Banyuwangi, mari kita 'tandang bareng' (bersama-sama) demi mewujudkan Banyuwangi yang bersih dan terbebas dari peredaran gelap narkoba," ucap dia. (*)