Ucapan Ipuk Sugirah

Merangkai Persaudaraan Orang Banyuwangi di Pulau SumateraDUA TAHUN ISG (I)


Merangkai Persaudaraan Orang Banyuwangi di Pulau Sumatera

Keterangan Gambar : Panitia Pelaksana HUT Ikawangi Sumatera Group ke-2. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Derasnya Hujan yang turun mengguyur Kota Pekanbaru dari dini hari hingga siang, tak menyurutkan niat dan langkah semua warga Ikawangi Sumatera Group (ISG) berduyun-duyun untuk ikut serta bersama sama memeriahkan dan meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) ISG yang ke 2.  

Hadirin yang datang terdiri dari berbagai Korwil, antara lain Korwil Kampar, Korwil Pelalawan, Korwil Kuantan Singingi, Korwil Rokan Hilir. Acara dimulai pada pku 10.00 waktu setempat dengan Pemandu Acara: Bambang Sukoco yang akrab dipanggil Kang Doel Bambang, asli dari Gendoh, Kecamatan Sempu.

Tema ulang Tahun ISG ke- 2 tahun ini adalah, "Jenggirate umbul-umbul ISG, Nyebar Gondo Arum Seduluran Selawase”. Dimulai dengan penampilan alunan tabuhan kesenian Sekarwangi Kuansing, membuka acara pagi itu.

Baca Juga :

Diawali pembacaan Ayat Suci Al-quran dan sari tilawah oleh Jebeng Thulik, M Aulia dan Aliyah, putra dari Kang Imam Yahya asli Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat. Kemudian disusul Tausiah yang disampaikan oleh H. Ponidi, SAg.MAg, yang asli Desa Wonosobo, Kecamatan Srono.

Dalam HUT ISG kali ini, H. Ponidi membahas tentang arti persaudaraan di ISG, dimana kita dipertemukan disini atas kehendak Allah untuk saling mengasihi, saling mendukung dan memberikan manfaat antar warga perantau asli Banyuwangi yang ada di Riau dan Sumatera pada umumnya.

ISG yang didirikan oleh sekumpulan orang-orang tua yang mendasari Paguyuban ini, dengan pemikiran cemerlang, niat ingin mempersatukan dulur-dulur perantau Banyuwangi yang tersebar diseluruh penjuru Sumatera.

Gagasan itu perlahan-lahan sudah mulai nampak, dengan dilandasi keinginan yang tulus, tidak saling mencederai hati diantara kita. Selalu mengedepankan silaturahmi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai murni Sosial Budaya ISG untuk diwariskan kepada anak cucu kita.

Karenanya kita semua bisa mempertahankan adat budaya Banyuwangi hingga kelak dikemudian hari, ungkap Ustadz Ponidi dalam ceramahya.

Santunan Warga ISG Riau, kepada anak yatim Piatu dan kurang mampu juga dilakukan pada acara tersebut. “Gurit Ilange Sumber Mego” puisi ini dibawakan dengan apik oleh Kang Nurhidayat, Wakil Ketua Umum 2 ISG Pusat.

Dilanjutkan dengan unjuk Mars Umbul-umbul Ikawangi Sumatera, oleh emak-emak dan Apak Apak ISG Riau, Mars ISG dengan lirik dan aransemen anyar hasil karya Kang Duki Penggiat seni dari seksi seni ISG Provinsi Sumsel. Mars dengan piawai di lantunkan bersama, tentunya umbul-umbul Ikawangi Sumatera ini resmi menjadi mars yang akan dilantunkan disetiap event ISG diseluruh Sumatera.

Pemotongan tumpeng HUT-2 ini dilakukan oleh Ketua ISG Provinsi Riau, Kang H. Ali Surahman dan potongan tumpeng diserahkan kepada Ketua Umum Kang ISG Pusat Amma Kusbani. Pidato resmi  disampaikan oleh beliau berdua, disusul sambutan dan motivasi dari pelindung ISG, Kang AKBP Ir Yani Nursyamsu, Msc, asli Kalipait, KecamatanTegaldlimo, juga turut memberi pencerahan dan wawasan kepada seluruh hadirin.

(Bersambung……)

(Penulis: Hery Susanto, Sekjen DPP ISG di Pekanbaru-Riau, asli Desa Lemahbang, Kecamatan Rogojampi)