Tongkang Bercakar Dipersiapkan untuk Angkat Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat BaliPolairud Banyuwangi

Tongkang Bercakar Dipersiapkan untuk Angkat Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Tongkang bercakar Pioner 88 ditempatkan di sekitar area operasi pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Kapal barge crane atau tongkang bercakar Pioner 88 dipersiapkan untuk mengangkat KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025 lalu.

Posisi kapal tongkang berada di sisi tenggara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dekat dengan titik tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang telah ditandai buoy (pelampung penanda) sebagai penunjuk lokasi bangkai kapal di dasar laut.

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi membenarkan keberadaan kapal tongkang di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Namun ia menegaskan bahwa proses pengangkatan belum dimulai.

Baca Juga :

"Belum ada proses pengangkatan. (Kapal tongkang bercakar) Baru ke titik lokasi saja, belum ada pengangkatan sama sekali," kata Wahyudi kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

Menurut Wahyudi, kapal tongkang bercakar itu telah berada di area Selat Bali sejak beberapa hari terakhir. Lokasi operasi sudah disterilkan dengan radius pengamanan sekitar 400 meter guna memastikan jarak aman dan mencegah aktivitas kapal lain melintas di sekitar titik evakuasi.

Wahyudi juga menegaskan bahwa proses pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya dibawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banyuwangi. Pihak kepolisian hanya mendukung sesuai tugas masing-masing.

"Semua proses pengangkatan, termasuk kapalnya, asuransi, dan pekerja, itu menjadi di bawah koordinasi KSOP," tuturnya.

Sekadar informasi, KMP Turu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 malam lalu, saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kapal milik perusahaan perkapalan PT Raputra Jaya itu mengangkut 84 orang dalam perjalanan saat tenggelam, termasuk di dalamnya adalah kru kapal.

Dalam tragedi tersebut, 30 penumpang dan kru selamat. Sementara sisanya ditemukan dalam keadaan meninggal dan hilang. (fat)