Pangkas Biaya Pestisida Mahal, Poliwangi Bekali Petani Gladag Senjata Agens HayatiPoliteknik Negeri Banyuwangi

Pangkas Biaya Pestisida Mahal, Poliwangi Bekali Petani Gladag Senjata Agens Hayati

Petani yang tergabung dalam UPJA Tani Makmur dan Gapotan Desa Gladag antusias dilatih membuat pembasmi hama wereng alami. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Ancaman hama wereng yang kerap menghantui para petani direspons cepat oleh civitas akademika Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Lewat program Pengabdian kepada Masyarakat, Tim Pengabdian Poliwangi menggelar pelatihan masif untuk mendongkrak kapasitas petani di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, pada Sabtu (16/5/2026).

Sebanyak 20 petani yang merupakan pengurus inti Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Tani Makmur dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Gladag digembleng secara intensif. Mereka dilatih untuk memproduksi agens hayati pembasmi wereng secara mandiri, lengkap dengan strategi pengemasan produk agar bernilai jual tinggi.

Program PKM Poliwangi ini digawangi oleh Moh Hasbi Ash Shidiqi, S.Tr.P., M.P. sebagai Ketua Pelaksana, dengan beranggotakan Eka Nurmala Sari, M.P. dan Nur Syamsi Aisyah, S.E., M.Si. Aksi nyata ini juga melibatkan dua mahasiswa Poliwangi, Azmi Jainur Robiy dan Adinda Alya Ervanda.

Baca Juga :

Manajer UPJA Tani Makmur, Heru Rusiyanto, bersama tim pengabdian menegaskan satu visi yang sama dalam pembukaan acara, yakni pentingnya memutus rantai ketergantungan petani pada obat-obatan kimia.

"Kami sangat mengapresiasi solusi dari Poliwangi ini. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para petani, terutama dalam menghadapi tantangan hama wereng,” ujar Heru Rusiyanto.

“Melalui kemandirian memproduksi agens hayati, petani bisa mengelola usaha mereka secara lebih profesional, hemat biaya, dan memanfaatkan teknologi untuk mendongkrak hasil panen," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, pihak Poliwangi menegaskan bahwa edukasi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir petani agar lebih mandiri secara ekonomi dan operasional.

“Kami ingin petani di Desa Gladag tidak lagi menjadi konsumen pasif yang terus-menerus bergantung pada pestisida kimia mahal di pasaran. Melalui pelatihan ini, kami membekali mereka dengan teknologi reaktor sederhana agar mampu memproduksi agens hayati secara mandiri dari rumah,” tegas Moh Hasbi Ash Shidiqi.

“Ini adalah langkah nyata menuju pertanian yang lebih sehat, murah, dan berkelanjutan," tambahnya, selaku Ketua Pelaksana Tim PKM Poliwangi.


Tim PKM Poliwangi tunjukkan hasil pelatihan produk Agens Hayati yang dikemas secara profesional. (Foto: Istimewa)

Tiga Materi Utama: Dari Formula Biologis hingga Strategi Bisnis

Sebelum praktik dimulai, para petani terlebih dahulu diuji pengetahuannya melalui sesi pretest. Setelah itu, tim dosen Poliwangi langsung memaparkan tiga materi komprehensif:

  • Peralihan ke Agens Hayati: Moh Hasbi Ash Shidiqi membedah konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Petani diedukasi untuk beralih ke agens hayati yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai musuh alami wereng. Formula biologis ini tidak hanya ampuh menekan hama, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem sawah jangka panjang.
  • Sentuhan Kemasan Bernilai Jual: Nur Syamsi Aisyah mengupas tuntas strategi pemasaran dan pentingnya branding. Kualitas agens hayati yang bagus wajib didukung kemasan (packaging) yang representatif dan aman. Kemasan yang profesional terbukti ampuh melindungi produk sekaligus menaikkan daya saing serta nilai jual di pasaran.
  • Praktik Produksi Mandiri: Eka Nurmala Sari memandu langsung sesi praktik teknologi tepat guna. Petani dilatih merakit instalasi reaktor agens hayati skala kelompok, membuat media biakan, hingga mempraktikkan teknik inokulasi isolat jamur Beauveria bassiana dan Lecanicillium lecanii.

Serah Terima Reaktor dan Monitoring Berkelanjutan

Guna mengukur efektivitas transfer ilmu, kegiatan diakhiri dengan posttest yang menunjukkan peningkatan keterampilan para peserta secara signifikan. Sebagai bentuk dukungan nyata, Tim Poliwangi juga menyerahkan bantuan instalasi reaktor agens hayati langsung kepada pengurus UPJA Tani Makmur.

Tim PKM Poliwangi berkomitmen tidak akan melepas petani begitu saja. Monitoring dan evaluasi berkala akan terus dilakukan di lapangan untuk memastikan keberlanjutan produksi agens hayati serta melihat dampak langsungnya dalam memberangus hama wereng di persawahan Desa Gladag. (adv/man)