Penyebrangan Ketapang-Gilimanuk Terapkan Buka Tutup Akibat Cuaca Buruk di Selat BaliASDP Ketapang

Penyebrangan Ketapang-Gilimanuk Terapkan Buka Tutup Akibat Cuaca Buruk di Selat Bali

Suasana antrean kendaraan di dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Dok/Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Cuaca buruk melanda kawasan Selat Bali. Terjangan angin kencang hingga 40 knot dan gelombang tinggi 1 sampai 2 meter memaksa otoritas pelabuhan menerapkan sistem buka-tutup pada jalur penyeberangan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.

Sebelumnya, penyeberangan bahkan sempat dihentikan selama hampir tiga jam pada Selasa (28/7/2026) kemarin, mulai pukul 10.11 WIB hingga 12.45 WIB demi menjaga keselamatan pelayaran.

"Iya, ada penutupan sementara pelayaran oleh KSOP Tanjung Wangi hampir 3 jam karena cuaca buruk," ujar Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) BPTD Pelabuhan Ketapang, Tarto Saefullah.

Baca Juga :

Prakirawan BMKG Maritim Ketapang-Gilimanuk, Umar Haidar Al Faruq, mengimbau seluruh operator kapal dan pengguna jasa untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, hembusan angin kencang dan gelombang tinggi ini sangat memengaruhi operasional kapal di dermaga.

"Kondisi cuaca ekstrem ini memicu gangguan pada proses manuver kapal, terutama saat hendak bersandar di dermaga maupun ketika melakukan proses bongkar muat penumpang dan kendaraan," terang Umar, Rabu (29/7/2026).

Menanggapi situasi ini, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menegaskan bahwa jadwal operasional disesuaikan secara dinamis mengikuti perkembangan data BMKG demi keselamatan pelayaran.

"Keselamatan selalu menjadi prioritas utama. Penundaan operasional dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca di laut belum memenuhi standar aman pelayaran," tegas Arief.

Dampak penutupan sementara sempat memicu penumpukan kendaraan di dalam area parkir Pelabuhan Ketapang. Namun, BPTD memastikan antrean berhasil diurai dan tidak meluber ke jalan raya.

Sebagai langkah antisipasi kemacetan susulan selama sistem buka-tutup diberlakukan, ASDP bersama Polres Banyuwangi menyiagakan area penampungan sementara (buffer zone) di kawasan Bulusan, Banyuwangi.

ASDP juga memastikan para calon penumpang yang perjalanannya tertunda tidak perlu khawatir. Tiket yang sudah dibeli dipastikan tidak akan hangus dan tetap dapat digunakan setelah pelayaran dinyatakan aman kembali. (fat/man)