Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Tumbuh Diatas Rata-rata NasionalOJK Jember

Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Tumbuh Diatas Rata-rata Nasional

Kepala OJK Jember, Aris Budiman. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id – Kinerja sektor jasa keuangan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember hingga Mei 2026 tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

OJK Jember menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di wilayah Sekarkijang tetap terjaga didukung oleh pertumbuhan ekonomi regional yang solid di atas rata-rata nasional, serta kinerja intermediasi keuangan tumbuh positif.

Pada triwulan pertama 2026, seluruh kabupaten di wilayah Sekarkijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

Baca Juga :

"Khusus Banyuwangi, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,96 persen dan nasional sekitar 5,61 persen," kata Kepala OJK Jember, Aris Budiman, Rabu (29/7/2026).

Sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember tumbuh sebesar 6,35 persen. Pun dengan Lumajang tumbuh 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,42 persen.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sekarkijang tetap terjaga, didukung oleh kinerja sektor pertanian, perdagangan dan industri pengolahan, sehingga menjadi modal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan penguatan sektor jasa keuangan di daerah.

Kinerja intermediasi perbankan di wilayah Sekarkijang hingga 31 Mei 2026 masih tumbuh positif meskipun cenderung melambat. Outstanding kredit Bank Umum tercatat sebesar Rp 62,42 triliun atau tumbuh 0,78 persen (yoy). Sementara kredit BPR/S tercatat Rp 2,58 triliun atau tumbuh 6,83 persen (yoy).

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum tumbuh 16,58 persen (yoy) menjadi Rp 55,80 triliun, mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan likuiditas yang memadai untuk mendukung penyaluran kredit. Di sisi lain, DPK BPR mengalami kontraksi 0,61 persen (yoy)menjadi Rp2,18 triliun.

OJK terus mendorong IJK untuk mendukung perekonomian di Sekarkijang dengan mendorong aspek intermediasi IJK dengan tetap memperhatikan kinerja perbankan agar mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit/pembiayaan dan terjaganya likuiditas.

"OJK juga terus memperkuat penerapan manajemen risiko kepada Industri Perbankan untuk meningkatkan kualitas penyaluran kredit, serta melakukan upaya restrukturisasi dan pendampingan kepada debitur agar fungsi intermediasi tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan," imbuhnya.

Selain menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, serta pelindungan konsumen, OJK Jember telah melaksanakan 36 kegiatan edukasi yang menjangkau 20.553 orang dari berbabagai elemen masyarakat

Di Banyuwangi, OJK Jember menjalankan Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kelurahan Lateng. (fat)