Polisi Berhasil Mengidentifikasi Ibu Pembuang Bayi Dalam SumurPolresta Banyuwangi


Polisi Berhasil Mengidentifikasi Ibu Pembuang Bayi Dalam Sumur

Keterangan Gambar : Polisi giring diduga pelaku persetubuhan. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id - Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, polisi akhirnya berhasil mengindetifikasi seorang perempuan yang diduga sebagai pembuang bayi ke dalam sumur di belakang tempat praktik umum dokter Neni Desriana di Jalan Pondok Nongko, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Perempuan yang diketahui masih di bawah umur berstatus pelajar SMP tersebut diduga merupakan korban persetubuhan oleh pria yang tidak bertanggung jawab.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu membenarkan jika pihaknya sudah berhasil mengidentifiasi ibu bayi. Namun demikian masih belum melakukan pemeriksaan mendalam terhadap korban, karena kondisinya masih lemah pasca melahirkan.

Baca Juga :

"Ibu bayi masih dilakukan perawatan pasca melahirkan. Pelaku masih berumur 14 tahun. Bayi yang dibuang berjenis kelamin laki-laki dilahirkan dalam usia 8 bulan kandungan. Dari hasil pemeriksaan sementara, karena panik," kata AKBP Nasrun Pasaribu kepada sejumlah wartawan.


Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi melihat TKP sumur tempat pembuangan bayi. (Foto: Istimewa)

AKBP Nasrun menambahkan, terungkapnya kasus tersebut setelah polisi melakukan interogasi kepada perempuan pembuang bayi jika dirinya sebagai korban persetubuhan oleh seorang pria yang tak lain tetangganya sendiri.

Mendapati pengakuan tersebut, polisi langsung menangkap pria berinisial SW (60) warga Kecamatan Blimbingsari yang diduga sebagai pelaku persetubuhan di rumahnya, Jum’at (10/9/2021) malam.

"Dari pembuangan bayi ini kita menemukan kasus baru, yakni persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan pelaku SW. Pembuang bayi ini merupakan korban persetubuhan hingga hamil dan melahirkan, kemudian bayinya dibuang ke dalam sumur,” tambah AKBP Nasrun Pasaribu.

“Persetubuhan dilakukan oleh pelaku saat kedua orang tau korban sedang tidak ada di rumahnya. Korban juga selalu diiming-imingi uang oleh pelaku. Perbuatan pelaku dilakukan berkali-kali sejak bulan April tahun lalu," imbuh Kapolresta.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi AKP Mustijat Priyambodo menjelaskan, pada saat datang ke tempat praktik dokter Neni Desriana, korban diantar oleh pamannya.

"Pamannya curiga karena korban selalu pakai baju gombor. jelas AKP Mustijat Priyambodo.


Suasana di tempat praktik umum dr Neni Desriana. (Foto: Istimewa)

AKP Mustijat melanjutkan, lantaran ibu pembuang bayi masih di bawah umur merupakan korban persetubuhan, pihaknya membebaskan dari jeratan hukum dan lebih mengedepankan penerapan restorative justice atau keadilan hukum kepada ibu bayi.

“Penetapan tersangka hanya diberikan kepada SW yang menjadi palaku persetubuhan anak di bawah umur. Atas perbuatannya pelaku diancam dengan Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Undang-undang perlindungan anak, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.  

Sebelumnya, aksi pembuangan bayi terjadi di tempat praktik umum milik, dr Neni Desriana, Jalan Pondok Nongko Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. Aksi tersebut terekam CCTV yang terpasang di tempat praktik umum tersebut.

Dalam rekaman CCTV, tampak jelas pasien yang masih belia masuk kamar mandi setelah diperiksa. Namun saat keluar dari kamar mandi, pasien membawa bayi di atas tangannya, kemudian dimasukkan ke dalam tempat sampah.

Dari rekaman CCTV itulah, akhirnya dr Neni Desriana melaporkan ke Polsek Kabat hingga kasusnya membuat heboh warga sekitar. (man/fat)