YKHB Banyuwangi berikan sosialisasi hukum di SMK PGRI 1 Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum (YKBH) Banyuwangi melaksanakan penyuluhan hukum di sejumlah sekolah di wilayah setempat.
Penyuluhan hukum oleh YKBH itu menyasar kalangan pelajar mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. Di antaranya di SMK Sritanjung dan SMK PGRI 1 Giri, Banyuwangi.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya
tindak pidana di kalangan remaja.
"Kegiatan penyuluhan hukum kepada pelajar, mulai
dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Ini memang rutin kita lakukan," kata
Ketua YKBH Banyuwangi, Moch. Djazuli, Jumat (7/4/2023).
Djazuli mengaku prihatin dengan banyaknya tindak pidana
yang melibatkan anak. Hal ini, kata dia, berdasarkan survei BPHN (Badan
Pembinaan Hukum Nasional) selama tiga tahun terakhir.
Sehingga menurutnya kalangan remaja, khususnya siswa
perlu diberikan penyuluhan atau pembinaan hukum. Agar tindak pidana yang
melibatkan kalangan remaja dapat ditekan.
"Kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu
kewajiban dan tanggung jawab kita, khusunya pada siswa sekolah," ujarnya.
Djazuli menambahkan, kegiatan bertajuk "BPHN Mengasuh" ini akan berlangsung hingga 14 April 2023. "Kita terjun langsung ke sekolah-sekolah, sejauh ini sudah ada enam sekolah, dan masih akan berlanjut ke sekolah lainnya," pungkasnya.
Para
siswa antusias mengikuti program penyuluhan hukum YKBH. (Foto: Istimewa)
Wakil Kepala (Waka) Humas SMK PGRI 1 Giri, Candra Tia
Risti memberikan tanggapan positif dengan adanya kegiatan pembinaan hukum
kepada peserta didiknya.
"Sangat positif sekali ya, khususnya anak-anak bisa
tahu bahwa mereka tidak boleh sembarangan mengambil sikap ataupun
tindakan," kata dia.
"Selain itu, anak-anak bisa lebih paham bahwa segala
yang mereka lakukan itu pasti akan dipertanggungjawabkan suatu saat
nanti," tambahnya.
Dia mengatakan, tidak semua siswa tahu tentang hukum.
Bagi mereka yang sudah tahu, menurutnya, akan lebih berhati-hati dalam
mengambil sikap, bertindak, dan berkata.
"Yang menjadi persoalan ini bagi mereka yang belum
mengerti tentang hukum, sehingga perlu diberikan pemahaman," jelasnya.
Salah satu siswi SMK PGRI 1 Giri, Angelina Natasya Putri
mengaku beruntung jika ia bersama siswa lainnya berkesempatan mendapat wawasan
berkaitan tentang hukum.
"Dengan adanya kegiatan penyuluhan seperti ini, kita bisa belajar dan ngerti tentang hukum," kata siswi kelas X jurusan Kuliner tersebut.
Ketua
YKBH Banyuwangi menyerahkan sertifikat kepada Kepala SMK Sritanjung. (Foto:
Istimewa)
Dia sedih jika melihat anak sekolah seusianya terlibat
tindak pidana dan berurusan dengan hukum. Menurutnya itu perbuatan yang
merugikan.
"Itu sangat disayangkan, padahal mereka bisa
melakukan hal yang positif dan membahagiakan, tidak melakukan hal yang dapat
merugikan dirinya sendiri maupun orang lain," katanya.
Siswa lainnya, Giovanni Agustio Alois menambahkan, kegiatan penyuluhan hukum kepada siswa sekolah diharapkan tidak hanya sekali dua kali, tapi terus berkelanjutan. "Supaya kami para pelajar ini bisa mengerti tentang hukum, mawas diri, dan tidak terjerat pidana," ucapnya.
Dia berharap kepada guru dan kepala sekolah bisa menjadi role model di sekolah. "Bisa menyebarkan hal-hal positif dalam pelaksanaan belajar mengajar," tandasnya. (fer)