
(Foto: humas/kab/bwi/dok)
KabarBanyuwangi.co.id – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025, dalam Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 kepada DPRD Banyuwangi.
“Penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun Anggaran 2025 telah berakhir, kami selaku Kepala Daerah berkewajiban untuk menyampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD melalui Rapat Paripurna," kata Ipuk, Selasa (31/3/2026).
Penyampaian laporan tersebut
dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Jumat (27/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Ipuk
menjelaskan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif, mulai
dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),
penurunan angka kemiskinan, hingga capaian di sektor pariwisata.
Peningkatan Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) Banyuwangi pada 2025, tercatat naik dari 74,30 pada 2024 menjadi
75,17. Capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah
daerah.
“IPM Banyuwangi meningkat dari
74,30 pada tahun 2024 menjadi sebesar 75,17 pada tahun 2025. Realisasi ini
telah melebihi target yang ditetapkan, dengan capaian sebesar 100,40 persen,”
ujarnya.
Selain peningkatan IPM, angka
kemiskinan terus turun tiap tahunnya. Persentase penduduk miskin turun dari
6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025.
Indeks Gini atau rasio
ketimpangan juga menunjukkan perbaikan. Nilainya turun dari 0,312 pada 2024
menjadi 0,290 pada 2025.
Dari sisi ekonomi, Banyuwangi
mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen pada 2025, meningkat dari 4,68 persen
pada 2024.
Kenaikan sebesar 0,97 poin
persentase ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan melampaui
rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur serta nasional.
“Ini merupakan kenaikan tertinggi
dalam lima tahun terakhir dan menjadi capaian pertumbuhan tertinggi selama
periode 2021–2025. Realisasi Tahun 2025 juga telah melebihi target yang
ditetapkan, dengan capaian sebesar 115,31 persen,” kata Ipuk.
Sektor pariwisata juga
menunjukkan perkembangan positif. Jumlah kunjungan wisatawan nusantara
meningkat dari 3,28 juta orang pada 2024 menjadi 3,50 juta orang pada 2025.
Kunjungan wisatawan mancanegara juga
mengalami kenaika dari 122,90 ribu orang menjadi 166,99 ribu orang pada periode
yang sama.
Sepanjang 2025, Banyuwangi juga
meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional. Di antaranya penghargaan
Kabupaten Berkinerja Tinggi dalam penilaian Laporan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2024.
Selain itu, Banyuwangi juga
meraih predikat Kabupaten Terinovatif se-Indonesia dalam ajang Innovative
Government Award (IGA) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.
Di bidang digitalisasi
pemerintahan, Banyuwangi mencatat indeks Sistem Pemerintahan Berbasis
Elektronik (SPBE) sebesar 4,87, yang menempatkannya sebagai pemerintah daerah
terbaik di Indonesia.
Ipuk menambahkan, capaian
tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak di Banyuwangi.
“Semua ini merupakan hasil kinerja dan sinergi Pemerintah Daerah beserta DPRD, serta seluruh jajaran Forpimda, instansi vertikal, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta semua elemen masyarakat Banyuwangi,” ujarnya. (*)