TNI-Polri Imbau Warga Tidak Panik, Gunung Raung Masih Level Waspada

TNI-Polri Imbau Warga Tidak Panik, Gunung Raung Masih Level Waspada

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id - TNI-Polri meminta masyarakat Banyuwangi tetap waspada dan tidak panik menghadapi bencana erupsi Gunung Api Raung, dan jangan sampai termakan informasi atau berita hoax.

Kalolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin meminta masyarakat tidak perlu panik, karena memang saat ini Gunung Api Raung masih berstatus waspada.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap mengenakan masker dan pelindung mata saat beraktifitas. Selain agar terhindari dari abu vulkanik, sekaligus untuk mencegah penularan Covid-19," pinta Arman, Jum'at (5/2/2021).

Baca Juga :

Menanggapi video viral berdurasi 17 detik memperlihatkan erupsi gunung meluber hingga ke rumah warga itu, pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Kami saat ini sedang mendalami video viral katanya lahar erupsi Gunung Api Raung meluber hingga ke rumah warga," ujarnya kepada wartawan.

Tentunya, kata Kapolresta bakal menindak tegas kepada pelaku penyebaran hoax tentang Gunung Api Raung. 

"Jika tertangkap maka akan kita proses hukum," tegasnya.

Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menambahkan, akibat video viral itu, masyarakat yang berada di gunung setinggi 3.332 mdpl itu resah. Karena mereka khawatir jika hal tersebut dilakukan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. 

"Bisa jadi sengaja disebar agar masyarakat gaduh dan mengungsi. Kemudian ada orang yang tak bertanggung jawab menjarah rumah warga. Itu ada kejadian di beberapa bencana di Indonesia," pungkasnya.


Keterangan Gambar : Kondisi Gunung Api Raung, Kamis, (4/2/2021). (Foto: Istimewa)

Terpisah, Petugas PPGA Raung, Burhan Alethea membantah jika video tersebut adalah kondisi erupsi Gunung Raung saat ini. 

"Bukan. Itu bukan kondisi Raung saat ini. Memang erupsi, tapi tidak seperti itu," ujarnya.

Menurut Burhan, material pijar di Gunung Raung Saat ini sudah keluar. Namun material ini hanya berada di dalam kaldera Gunung. Sehingga tidak sampai keluar diatas puncak, apalagi sampai ke pemukiman warga. 

"Memang material pijar sudah keluar. Tapi sampai saat ini masih berada di dalam kaldera. Itu sepertinya pada saat Gunung terbakar. Entah di Gunung Agung Bali atau Raung sendiri yang terbakar pada saat itu. Pokoknya bukan kondisi saat ini," tambahnya. 

Tidak keluarnya material pijar saat erupsi, kata Burhan, karena kaldera gunung yang berada di perbatasan Jamber, Banyuwangi dan Bondowoso ini memiliki kedalaman sekitar 500 meter. Sementara diameter kaldera mencapai 2 kilometer. 

"Jadi masih belum penuh isi dari kaldera. Ada juga kemarin tanya ke kita katanya ada dinding Gunung yang jebol mengeluarkan lahar. Itu hoax," tambahnya. 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya dengan isu hoax yang beredar saat ini. Namun demikian pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di radius 2 kilometer dari puncak gunung. 

"Tetap waspada dan jangan panik. Juga jangan percaya hoax," pungkasnya. (fat)