
Sambut hari Maulid Nabi Muhammad 1448 H, warga Desa Adat Kemiren, Banyuwangi gelar tradisi ancakan dan endog-endogan. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Ratusan warga Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, berbondong-bondong menuju Masjid Nurul Huda untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad 1448 H, Selasa (25/8/2026) pagi.
Warga membawa ancak, yang merupakan wadah pelepah dan daun pisang berisi nasi gurih serta lauk khas masyarakat Osing lengkap dengan hiasan endog-endogan.
Setibanya di masjid, rintisan ancak dan pohon hias
disusun rapi sebelum dilanjutkan dengan selawatan, pembacaan kitab barzanji,
dan tausiyah agama.
Bagi masyarakat Osing Kemiren, momen perayaan Maulid Nabi
ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kebersamaan.
"Masih bersyukur bisa mengikuti Maulid Nabi Muhammad
dengan tradisi Ancakan dan Endog-Endogan. Masyarakat sekitar sini juga sangat
antusias dan guyub berbondong-bondong di masjid," ujar tokoh pemuda
penggerak budaya setempat, Mohammad Edy Saputro.
Tradisi ini juga menyimpan filosofi sosial yang mendalam
melalui aturan tak tertulis saat makan bersama warga wajib saling bertukar
ancak.
Pembuat ancak pantang memakan hidangannya sendiri dan
harus menikmati masakan tetangga, sebagai simbol kerelaan menerima rezeki serta
penguat solidaritas antarwarga. (anj/man)
