
General Manager (GM) Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Catur Rahmadi. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Suasana ceria mewarnai Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center pada Senin (24/8/2026). General Manager (GM) Aston Banyuwangi, Catur Rahmadi, S.M., mendapati kejutan istimewa dari jajaran manajemen dan seluruh karyawan hotel dalam rangka perayaan ulang tahunnya yang ke-50.
Kejutan
manis tersebut sukses membuat pria kelahiran Balikpapan, 24 Agustus 1976 ini
terkejut sekaligus merasa tersanjung.
“Perasaan
tadi pagi sempat panik ya, karena dikasih surprise yang luar biasa dan
ini paling ‘dor’ lah. Benar-benar di luar ekspektasi saya,” ungkap Catur saat
dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).
Ia
bercerita, sejak tiba di hotel pagi hari, ia memang sengaja tidak langsung
menuju ruang kerja karena menduga akan ada aksi jahil dari timnya.
“Saya dari
datang itu tidak mau ke office. Duduk saja di restoran sambil sarapan
dan kerja. Setelah itu masuk ruang meeting, eh ternyata di sana disergap
surprise. Jadi rangkaian surprise-nya ini sudah dari kemarin.
Perasaan campur aduk, tapi ending-nya tentu sangat bahagia,” seloroh
Catur sembari tertawa.
Di usianya
yang menginjak setengah abad, pria Solo ini menyampaikan rasa terima kasih
mendalam atas perhatian dan kekompakan seluruh staf serta manajemen.
“Harapan saya semoga diberikan kesehatan, kelancaran dalam setiap aktivitas, kemudahan, serta dijauhkan dari kesulitan maupun marabahaya. Semoga karir ke depan semakin baik dan diberikan keluarga yang bahagia lahir batin, dunia dan akhirat,” tutur sosok yang hobi berolahraga dan bermusik tersebut.

Momen seluruh staf dan manajemen Aston Banyuwangi merayakan ulang tahun Catur Rahmadi. (Foto: Istimewa)
Inovasi dan Rekam Jejak Karier Mentereng
Nama Catur
Rahmadi di industri perhotelan nasional memang sudah tidak asing lagi. Jebolan Gemological
Institute of America, California, Amerika Serikat ini memegang sejumlah
sertifikasi bergengsi, di antaranya Food & Beverage Expert hingga Wine
Sommelier Expert.
Memulai
perjalanannya di dunia perhotelan sejak tahun 1999 dari lini food and
beverage, Catur melanglang buana memegang berbagai posisi strategis
operasional dan manajerial di berbagai properti hotel bintang ternama.
Sejak dipercaya memimpin Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center pada Agustus 2021, ia langsung membawa iklim baru lewat beragam ide segar. Di bawah komandonya, Aston Banyuwangi menjadi hotel pionir di Banyuwangi yang menghadirkan maskot untuk anak-anak, mengelar Cooking Class hingga kapasitas 300 peserta, serta mengembangkan 4 outlet kuliner unik yang menjadikan hotel di Jalan Brawijaya, Kecamatan Giri tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan.

GM Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Catur Rahmadi. (Foto: Istimewa)
Pandangan Sosok: Peran Kitchen Staf di Era Modern
Hospitality
Di balik keberhasilannya membawa Aston Banyuwangi terus berkembang, Catur Rahmadi memiliki filosofi pelayanan yang mendalam. Ia menekankan bahwa dalam industri keramahan modern, tolok ukur pelayanan telah bergeser secara signifikan.
Ia mencontohkan peran staf dapur (kitchen staf). Secara tradisional, tim dapur memang bekerja di balik layar untuk menjaga kualitas rasa, kebersihan, konsistensi, serta kecepatan operasional. Namun kini, peran tersebut telah bertransformasi.
“Banyak chef dan kitchen team yang saat ini harus tampil langsung di hadapan tamu. Baik melalui aksi live cooking, interaksi saat buffet, cooking station, hingga keterlibatan dalam berbagai acara khusus,” urainya.
Oleh karena
itu, menurut Catur, keahlian mengolah makanan saja tidak lagi cukup di era hospitality
saat ini. Setiap insan dapur dituntut menguasai keterampilan komunikasi yang
baik, bersikap ramah, murah senyum, serta mampu menjalin interaksi yang hangat
dengan para tamu.
“Tamu tidak hanya menikmati masakan, tetapi juga menilai pengalaman (experience) dan kesan pelayanan yang mereka terima secara menyeluruh. Tampilan yang terlalu garang, cuek, atau tidak bersahabat dapat mengurangi tingkat kepuasan tamu, meskipun cita rasa makanannya enak. Sebaliknya, sapaan sederhana, senyum tulus, eye contact, dan komunikasi yang santun mampu meningkatkan kepuasan tamu secara signifikan,” tegas Catur.

GM Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Catur Rahmadi kenakan topi chef. (Foto: Istimewa)
Ia
mengingatkan, di industri perhotelan tidak ada satu pun departemen yang
terlepas dari unsur pelayanan (service).
“Apapun
posisi Anda, baik Front Office, Housekeeping, Engineering,
Security, maupun Kitchen, semuanya adalah garda pelayanan. Setiap
karyawan hotel adalah representasi brand dan wajah perusahaan di mata
tamu,” tandasnya.
Bagi Catur, hospitality
bukan sekadar rutinitas pekerjaan harian, melainkan sebuah sikap (attitude),
wujud kepedulian, dan keahlian dalam membuat setiap tamu merasa dihargai.
“Pada
akhirnya, tamu mungkin saja lupa dengan apa yang kita masak atau kerjakan.
Namun, mereka akan selalu ingat bagaimana cara kita memperlakukan mereka,”
pungkasnya. (man)
