oleh

Acara Bersih Desa Menampilkan Wayang Anyaman Bambu Berbahasa Using

KabarBanyuwangi.co.id – Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, selama ini dikenal sebagai pusat kerajinan anyaman bambu. Berbagai macam perabot dapur, pernak-pernik dan kopyah juga terbuat dari anyaman bambu. Bahkan sekarang ada Wayang Anyaman Bambu hasil kreasi warga Gintangan, namanya Buang atau Ki Ronggo Sukoco, sekaligus Dalang Wayang Using.

Hingga saat ini, Ki Ronggo baru membuat 25 tokoh Wayang berbahan anyaman bambu sesuai kebutuhan cerita. Rencananya, akan membuat banyak lagi tokoh-tokoh wayang yang divisualkan dari Babad Tawangalun, Babad Blambangan dan cerita-cerita rakyat yang berlatar belakang Banyuwangi atau Blambangan Tempoe Doeloe.

“Bahkan kalau ada yang mengundang untuk mementaskan lakon tertentu, saya akan penuhi tokoh-tokoh dari cerita tersebut. Ini saja baru bikin satu bulan lalu, anak-anak gamelan pengiring hanya 8 kali pertemuan sebelum pentas di Balai Desa Gintangan dalam acara “ruwatan” atau bersih desa,” kata Kang Buang yang awalnya dulu pernah ikut menjadi palakon Janger Gintangan.

Baca Juga: Simulasi AKB, Pelaku Seni Tradisi Kembali Pentas di Banyuwangi

Baca Juga: Pelawak Tradisional Bingung Cari Format Penampilan di Era New Normal

Baca Juga: Gandrung Temu di Tengah Anak-anak Kampoeng Batara

Ki Ronggo Sukoco, sebelum memutuskan menjadi Dalang Wayang Using, terlebih dulu ‘nyatrik’, atau belajar Dalang kepada Dalang Wayang Kulit kondang asal Solo, Ki Manteb Soedarsono pada tahun 2.000 lalu.

“Saya pakem pendalangan dan ilmu pakelrisan, langsung belajar ke Pak Manteb. Namun untuk menjadi Dalang Wayang Using, saya harus belajar ke saudara-saudara di Kecamatan Glagah tentang tradisi Mocoan. Gending pengiring dalam pentas wayang saya, menggunakan pupuh mocoan khas Banyuwangi,” tambah pria kelahiran 1970 yang juga berguru dalang ke Ki Ketang Sudarto asal Desa Blangkon Srono ini.

Buang Abdul Rohman (Ki Ronggo Sukoco) saat menerima Gunungan Anyaman Bambu dari Kepada Desa Gintangan, Hardiyono. (Foto: istimewa)
Buang Abdul Rohman (Ki Ronggo Sukoco) saat menerima Gunungan Anyaman Bambu dari Kepada Desa Gintangan, Hardiyono. (Foto: istimewa)

Sebelum Ki Ronggo Sukoco alias Buang muncul sebagai dalang Wayang Using, sudah ada Ilham Dalang Wayang Using asal Songgon yang eksis sebelum tahun 2017. Bahkan aktivitas Ilham sudah menjadi bahan Skripsi mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia) Solo.

“Saya sering ketemu Pak Ilham, untuk diskusi dan mementaskan Wayang Using. Ke depan saya tidak hanya mengeksplorasi Wayang berbahan anyaman bambu, namun juga ingin mengeksplorasi kekayaan musik khas Banyuwangi sebagai pengiring,” jelas Buang.

Dalang Using Ki Ronggo Sukoco, sebelum naik panggung. (Foto: istimewa)
Dalang Using Ki Ronggo Sukoco, sebelum naik panggung. (Foto: istimewa)

Penampilan Ki Ronggo Sukoco pada acara Bersih Desa Gintangan (Sabtu, 29/8/2020) merupakan yang pertama kali pentas di muka umum. Acara sengaja digelar pada siang hari dengan durasi terbatas, karena masih dalam kondisi Covid-19. Perlu jaga jarak, tidak mengumpulkan banyak orang dan selalu mengenakan masker.

“Ini kondisi kompromi dengan keadaan, meski pentas sesunggunya bisa memerlukan waktu lebih dari 4 jam,” pungkas Dalang Using yang mengaku masih terus belajar dalam berujar, atau ‘antawacana’ Bahasa Using ini kepada para Budayawan Using di Banyuwangi. (sen)

_blank